The Jakmania Kecam Penyerangan Bus Persib EPA di Rest Area Batang

Penulis: Feri Andika  •  Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:49:01 WIB
Bus rombongan Persib Bandung EPA yang diduga dilempari benda keras di Rest Area Batang KM 360 mengalami kerusakan pada bagian kaca.

GORONTALO — PP The Jakmania mengecam keras penyerangan bus rombongan Persib Bandung Elite Pro Academy (EPA) yang terjadi di Rest Area Batang KM 360. Insiden yang diduga melibatkan pelemparan benda keras itu membuat kaca bus pecah dan memicu reaksi luas di media sosial.

Kecaman Keras PP The Jakmania

Melalui akun media sosial resminya, PP The Jakmania menyatakan sikap tegas terhadap insiden tersebut. Organisasi suporter itu menolak segala bentuk kekerasan yang mengatasnamakan rivalitas sepak bola.

"Kami mengecam segala bentuk tindakan kekerasan, intimidasi, dan perusakan yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan sportivitas," kata PP The Jakmania, Senin (12/10/2026).

Mereka juga berharap pihak yang terdampak mendapat perlindungan serta penanganan yang semestinya. Keselamatan setiap orang, menurut The Jakmania, harus menjadi prioritas tanpa memandang identitas, afiliasi, maupun latar belakang klub yang didukung.

Desakan Penyelidikan Objektif dan Transparan

Selain mengecam, PP The Jakmania menyatakan dukungan kepada kepolisian untuk menyelidiki kasus ini secara objektif dan sesuai ketentuan yang berlaku. Mereka meminta proses penanganan berjalan transparan dan profesional.

"Tidak ada rivalitas sepak bola yang dapat membenarkan tindakan yang membahayakan keselamatan orang lain," tegas PP The Jakmania.

Organisasi itu juga mengimbau seluruh anggotanya untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang beredar. Anggota diminta menahan diri dari menyebarkan kabar yang belum terverifikasi dan mempercayakan proses penelusuran kasus kepada pihak berwenang.

Rivalitas Tak Boleh Kalahkan Nilai Kemanusiaan

PP The Jakmania menilai rivalitas adalah bagian dari dinamika sepak bola, tetapi persaingan antarklub dan suporter tidak boleh mengesampingkan nilai-nilai kemanusiaan. Sportivitas, solidaritas, dan penghormatan terhadap keselamatan sesama harus tetap menjadi prinsip utama dalam mendukung tim kebanggaan.

Kecaman ini sekaligus menegaskan bahwa dukungan terhadap Persija Jakarta tidak seharusnya diwujudkan melalui tindakan kekerasan, khususnya yang membahayakan pemain maupun rombongan tim lain.

Reporter: Feri Andika
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top