Risma dan Andreas Dorong UMKM Eks Lokalisasi Dolly Tembus Pasar Ekspor

Penulis: Feri Andika  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:52:31 WIB
Andreas dan Risma menghadiri Klinik UMKM Gotong Royong di kawasan eks lokalisasi Dolly, Surabaya.

GORONTALO — Andreas menegaskan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah memegang posisi strategis dalam struktur ekonomi nasional. Menurutnya, UMKM menyerap sekitar 90 persen tenaga kerja Indonesia, dan 65 persen pelakunya adalah perempuan.

"UMKM ini sangat penting di dalam struktur ekonomi Indonesia, karena yang menyerap tenaga kerja itu ada 90 persennya. Jadi sebetulnya Indonesia ini sangat tergantung dari pelaku UMKM," ujar Andreas saat ditemui di Jakarta, Selasa (11/8).

Kunci Sebelum Bicara Ekspor

Risma menekankan bahwa pasar dalam negeri harus kuat terlebih dahulu sebelum produk dibawa ke mancanegara. Ia memberi contoh para Pahlawan Ekonomi yang sudah eksis, seperti Enceng Gondok Witrove, Selendang Semanggi, Kopi Jelly De'nil, dan Diah Cookies.

Di kawasan Putat Jaya sendiri, sejumlah Pahlawan Ekonomi sukses menjadi inisiator acara, antara lain Sandal Hotel/Alas Kaki Mampu Jaya, Batik Jarak Arum, sampai Sablon Indana Production. "Kalau Mas Andreas bisa bantu untuk ekspor, Insya Allah nanti UMKM Gotong Royong bisa berkembang," kata Risma dalam sesi tanya jawab Klinik UMKM Gotong Royong, Minggu (9/8).

Pendampingan dari Izin hingga Pemasaran Digital

Klinik UMKM Gotong Royong yang bekerja sama dengan Dinas Koperasi UMKM Perdagangan Kota Surabaya mendampingi pelaku usaha mulai dari pengurusan izin, hak kekayaan intelektual, produksi, pemasaran online, hingga pengelolaan keuangan. Program ini dilengkapi aplikasi UMKM Gotong Royong sebagai sarana pendampingan aktif dan responsif.

Dalam sesi tanya jawab, peserta menanyakan cara memperkenalkan hasil UMKM ke instansi dan lembaga yang lebih luas, termasuk sekolah-sekolah. Ada pula yang meminta pelatihan pemasaran digital secara khusus karena pendampingan yang diterima selama ini lebih banyak berfokus pada sisi produksi. Pertanyaan lain menyangkut strategi memenangkan persaingan tanpa perang harga yang mematikan.

Menanggapi hal itu, Risma menegaskan pelaku UMKM tidak boleh bergantung pada pendekatan lewat instansi atau dinas semata. Kunci keberhasilan pemasaran terletak pada kekuatan produk itu sendiri dan kesiapan menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk lewat penjualan daring. Ia mencontohkan pengalamannya menggandeng platform digital global untuk membantu pelaku UMKM Surabaya berjualan online sejak program Pahlawan Ekonomi digagas.

Pelatihan Craft dan Food Selama Seminggu

Rangkaian Workshop dan Bazaar Kemerdekaan di Kampung Dolly diwujudkan lewat pelatihan selama sepekan. Untuk craft, meliputi pembuatan dompet, rompi, dan alas kaki. Produk yang jadi akan dipasarkan melalui bazaar, sentra-sentra UMKM Pemerintah Kota Surabaya, dan jaringan hotel yang peduli.

Sementara untuk food, pelatihan mencakup pembuatan nasi kotak, masakan Korea, dim sum, dan aneka minuman. Pemasaran langsung dilakukan melalui Bazaar Kemerdekaan, dan tengah diupayakan masuk ke sentra-sentra wisata kuliner Pemerintah Kota Surabaya serta aplikasi penjualan digital.

Bazaar Kemerdekaan UMKM Gotong Royong yang digelar Minggu (9/8) diikuti ratusan pelaku UMKM dan warga setempat. Kegiatan ini diharapkan mampu melanjutkan transformasi kawasan Putat Jaya yang dulu dikenal sebagai lokalisasi Dolly menjadi kawasan ekonomi kreatif yang mandiri, dengan produk unggulan yang mampu bersaing di pasar lokal, nasional, hingga ekspor.

Reporter: Feri Andika
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top