GORONTALO — Kebakaran yang melanda Gedung Bapenda DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis No. 66, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, akhirnya dapat dikendalikan petugas pada Sabtu dini hari (8/8/2026). Laporan pertama diterima posko Gulkarmat pukul 21.30 WIB, dan sembilan menit kemudian armada pemadam tiba di lokasi untuk memulai operasi pembasahan.
Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Bayu Meghantara, mengungkapkan bahwa upaya pemadaman berlangsung alot karena kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Embusan angin yang cukup kencang di wilayah Jakarta Pusat membuat kobaran api beberapa kali kembali membesar dan merambat ke area lain.
"Kita tahu ya cuaca Jakarta, angin terasa agak sedikit cukup kencang. Itu yang menjadi pemicu kembali untuk timbulnya kebakaran," ujar Bayu di lokasi kejadian, Sabtu dini hari.
Selain faktor angin, material mudah terbakar di dalam gedung turut mempersulit kerja petugas. Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Pusat, Syarifudin, menyebut tumpukan dokumen dan arsip kertas di lantai yang terbakar menjadi bahan bakar yang mempercepat perambatan api.
"Itu juga salah satunya tumpukan-tumpukan kertas, tumpukan itu, memang bahan yang mudah terbakar. Makanya ini kita sisir, tumpukan-tumpukan itu kita sisir, kita bongkar, biar benar-benar aman," jelas Syarifudin.
Strategi pemadaman difokuskan pada pencegahan meluasnya api ke lantai-lantai di bawah titik sumber kebakaran. Bayu menjelaskan timnya sengaja bertahan di lantai 10 untuk memastikan api tidak menjalar turun, sementara sebagian personel lainnya menyisir lantai atas.
"Memang tadi agak lama karena anggota kami bertahan di lantai 10 untuk memastikan tidak ada perambatan. Kami bertahan di lantai 10 untuk memastikan tidak ada perambatan kembali. Saat ini teman-teman masih menyisir, sekarang sudah ada di lantai 12," kata Bayu.
Kendala lain yang sempat dihadapi tim di lapangan adalah tangga darurat yang dipenuhi kepulan asap tebal. Hal ini memperlambat mobilitas petugas saat melakukan penyisiran secara manual ke lantai-lantai yang terdampak.
"Hambatan pertama, kemarin kita kesulitan di tangga darurat ya, karena tebal ada asap. Tapi secara umum tidak ada, karena yang terbakar cukup lumayan, lantai dari lantai 11 langsung ke atas. Untuk ke bawahnya kita bisa cover, jadi tidak ada penjalaran," tambah Syarifudin.
Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun petugas di lapangan, api pertama kali terlihat di lantai 11 gedung. Namun, hingga operasi pendinginan selesai dilakukan, penyebab pasti munculnya api belum dapat dipastikan dan menjadi kewenangan aparat kepolisian untuk menyelidikinya.
"Sementara informasi dari ini, dari lantai 11. Untuk penyebabnya proses penyelidikan kepolisian. Kita belum bisa memastikan untuk penyebab kebakaran itu sendiri," kata Syarifudin.
Setelah hampir lima jam berjibaku, petugas akhirnya mulai memasuki tahap pendinginan pada dini hari. Proses ini dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang tersisa di dalam gedung perkantoran milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut.
"Alhamdulillah sudah mulai pendinginan," pungkas Bayu.