BONE BOLANGO — BPBD Provinsi Gorontalo mengerahkan armada mobil tangki untuk menyalurkan air bersih ke dua desa yang terdampak kekeringan di Kecamatan Bone Pantai. Distribusi dilakukan bertahap menyusul asesmen lapangan yang menunjukkan menurunnya debit sumber air di wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Gorontalo, Rusli W. Nusi, melalui Analis Kebencanaan BPBD Provinsi Gorontalo, Moh. Tahir Laendeng, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
"Distribusi air bersih 60.000 liter di Desa Tongo dan Desa Batu Hijau, ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kekeringan," kata Tahir, Senin (3/8).
Tim BPBD Provinsi Gorontalo tidak hanya fokus pada pendistribusian air. Mereka juga melakukan pemantauan dan asesmen secara berkala di lapangan untuk memetakan perkembangan kondisi kekeringan.
Hasil asesmen ini menjadi dasar penentuan lokasi prioritas untuk penyaluran bantuan berikutnya. Dengan begitu, bantuan diharapkan bisa menjangkau warga yang paling membutuhkan secara tepat sasaran.
Kekeringan di Desa Tongo dan Desa Batu Hijau dipicu oleh musim kemarau yang berkepanjangan. Kondisi ini diperparah dengan menurunnya debit sumber air yang selama ini menjadi andalan warga untuk kebutuhan sehari-hari.
Sejak akhir Juli lalu, warga di dua desa tersebut kesulitan mendapatkan air bersih untuk minum, memasak, dan kebutuhan domestik lainnya. Kehadiran mobil tangki air dari BPBD menjadi harapan bagi warga di tengah kondisi sulit tersebut.
"Kami terus melakukan pemantauan kondisi di lapangan sehingga penyaluran bantuan dapat dilakukan secara cepat, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan warga," ujarnya.