Pertamina Patra Niaga Bantah Mobil Tangki Kecelakaan di Tanah Bumbu Milik Armada Operasional

Penulis: Ivan Setiawan  •  Senin, 03 Agustus 2026 | 12:28:01 WIB
Pertamina Patra Niaga menegaskan mobil tangki yang terlibat kecelakaan di Tanah Bumbu bukan milik armada operasional perusahaan.

GORONTALO — Kecelakaan yang terjadi di jalur lintas Kalimantan itu memicu pertanyaan publik mengenai prosedur keselamatan distribusi BBM. Namun, manajemen Pertamina Patra Niaga dengan tegas menyatakan bahwa truk tangki yang terlibat tidak beroperasi atas nama perusahaan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Arya Yusa Dwicandra, mengungkapkan bahwa insiden tersebut bukan berasal dari sistem logistik internal. "Kami pastikan armada yang terlibat kecelakaan di Tanah Bumbu bukan merupakan mobil tangki milik Pertamina Patra Niaga," ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip di Banjarmasin.

Klarifikasi Status Kendaraan dan Kronologi di Lokasi

Pernyataan ini sekaligus meluruskan pemberitaan awal yang sempat mengaitkan insiden dengan operasional BUMN energi tersebut. Menurut Arya, saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi intensif dengan kepolisian setempat untuk mendapatkan gambaran lengkap mengenai penyebab dan kronologi kecelakaan.

Perusahaan juga menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang terjadi di Kecamatan Satui tersebut. "Kami turut berbelasungkawa atas kecelakaan yang terjadi di lapangan," tambah Arya, menegaskan komitmen perusahaan untuk membantu proses investigasi jika dibutuhkan.

Standar Ketat Armada Resmi dan Pengawasan Distribusi

Dalam kesempatan itu, Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa seluruh armada resmi pengangkut BBM telah dilengkapi standar keselamatan tinggi. Setiap kendaraan wajib memenuhi spesifikasi teknis, memiliki surat izin operasi yang valid, serta awak yang tersertifikasi.

Seluruh proses distribusi dari terminal hingga SPBU juga dipantau melalui sistem digital untuk memastikan tidak ada penyimpangan. "Armada resmi kami selalu dalam pengawasan ketat dan menjalani inspeksi berkala," jelas Arya. "Kepatuhan terhadap regulasi adalah prioritas utama dalam setiap rantai pasok."

Meski demikian, perusahaan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan BBM di wilayah Kalimantan Selatan tetap aman dan normal pasca-insiden.

Kecelakaan di jalan Trans Kalimantan ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan transportasi logistik di jalur darat. Untuk itu, Pertamina Patra Niaga terus memperketat pengawasan terhadap mitra kerja maupun pihak ketiga yang bekerja sama dalam rantai distribusi energi nasional.

Reporter: Ivan Setiawan
Sumber: ekonomi.republika.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top