BWS Sulawesi II Kerahkan 3 Mobil Tangki Air ke Gorontalo, 575 Kepala Keluarga Terbantu di Tengah Kemarau

Penulis: Feri Andika  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 21:32:31 WIB
Tiga unit mobil tangki air bersih dari BWS Sulawesi II berangkat serentak menuju titik krisis air di Kabupaten Gorontalo dan Gorontalo Utara.

LIMBOTO — Tiga unit mobil tangki air dikerahkan serentak oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II Gorontalo untuk menyisir titik-titik krisis air bersih di Kabupaten Gorontalo dan Gorontalo Utara. Pengiriman massal ini merupakan bagian dari operasi darurat menghadapi musim kemarau yang kian meluas.

Operasi yang berlangsung setiap hari tanpa jeda ini menargetkan desa-desa dengan kelangkaan air paling parah. Sejauh ini, sedikitnya 59.000 liter air bersih telah disalurkan dan menjangkau lebih dari 575 kepala keluarga (KK) di dua kabupaten tersebut.

Kapasitas Angkut dan Intensitas Pengiriman ke Desa Terdampak

Setiap unit mobil tangki yang dioperasikan memiliki kapasitas angkut antara 4.000 hingga 5.000 liter air dalam sekali perjalanan. Untuk daerah dengan kategori kritis, satu desa bisa menerima pasokan hingga tiga kali rit pengiriman dalam sehari, setara dengan 10.000 sampai 12.000 liter air bersih.

"Hari ini saja, tiga unit tangki langsung kita berangkatkan secara bersamaan menuju titik-titik rawan di Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo Utara," jelas Kepala BWS Sulawesi II Gorontalo, Ali Rahmat, di Posko Bencana BWS Sulawesi II Gorontalo, Jumat (31/7/2026).

Desa Motilango hingga Botuwombato Jadi Prioritas Utama

Pemetaan lapangan menunjukkan Kabupaten Gorontalo menjadi wilayah dengan tingkat kekeringan paling kritis. Armada tangki BWS terus menyisir pemukiman yang mengalami krisis air, meliputi Desa Motilango, Ombulodata, dan Motinelo di Kabupaten Gorontalo, serta Desa Botuwombato di Gorontalo Utara.

Keterbatasan jumlah armada dibandingkan luasnya area terdampak membuat BWS Sulawesi II menerapkan strategi pembagian zona dengan instansi lain. Koordinasi erat dilakukan bersama BPBD Provinsi maupun Kabupaten, PDAM, hingga PMI.

"Kami berprinsip langsung bergerak cepat di lapangan. Begitu ada laporan dari warga, tim armada tangki langsung bergerak mendistribusikan air bersih," ujar Ali Rahmat.

Pembagian Zona Penanganan Agar Tepat Sasaran

Strategi bagi tugas ini dinilai efektif mencegah tumpang tindih penanganan di lokasi yang sama. Sebagai contoh, di Bone Bolango, suplai air bersih diampu oleh PMI dan BPBD, sementara BWS fokus pada titik-titik kritis lainnya di dua kabupaten yang berbeda.

"Dengan membagi zona seperti ini, penyaluran air bersih menjadi efektif dan tidak ada lokasi yang tumpang tindih," pungkasnya.

Untuk memperkuat daya jangkau distribusi, BWS Sulawesi II juga menggandeng Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW). Penambahan armada ini meningkatkan kapasitas operasional dari yang semula hanya mengandalkan satu unit mobil tangki milik BWS menjadi tiga unit yang dikerahkan penuh setiap harinya.

Reporter: Feri Andika
Sumber: go-pena.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top