GORONTALO — Waymo mengonfirmasi layanan taksi otonomnya di San Francisco telah beroperasi normal kembali setelah sempat dijeda satu jam akibat pemadaman listrik skala besar. Gangguan ini berdampak pada ribuan pelanggan PG&E di berbagai wilayah kota, dan memaksa Waymo menerapkan "penyesuaian sementara" pada operasionalnya.
Berdasarkan unggahan di media sosial yang beredar, Waymo memberi tahu pengguna di San Francisco bahwa layanan "dijeda sementara" dan "rute jalan tol tidak tersedia." Perusahaan milik Alphabet ini kemudian memulihkan layanan setelah memantau kondisi lokal dan berkoordinasi dengan otoritas setempat.
Seorang juru bicara Waymo menyatakan dalam pernyataan resmi kepada TechCrunch, "Kami memutuskan menjeda layanan sekitar satu jam untuk menilai skala pemadaman listrik yang memengaruhi sebagian besar San Francisco dan berkoordinasi dengan pejabat setempat." Waymo juga menambahkan bahwa mereka akan kembali ke operasi normal secepat mungkin.
Insiden ini bukan yang pertama. Pada Desember lalu, sejumlah kendaraan Waymo mogok di jalan-jalan kota saat pemadaman listrik terjadi. Insiden serupa juga melumpuhkan lalu lintas saat pertunjukan kembang api Hari Kemerdekaan AS di Jembatan Golden Gate pada Juli lalu.
Kejadian berulang ini mendorong Wali Kota San Francisco, Daniel Lurie, menyerukan regulasi negara bagian yang lebih ketat. Ia meminta aturan yang secara memadai mengatur bagaimana kendaraan otonom beroperasi selama insiden besar, baik yang direncanakan maupun tidak.
Bagi pengguna robotaxi di San Francisco, gangguan semacam ini menimbulkan ketidakpastian, terutama saat kondisi darurat. Waymo sendiri belum merinci perubahan teknis apa yang akan diterapkan untuk mencegah insiden serupa di masa depan.
Seruan Wali Kota Lurie menambah tekanan pada regulator California untuk merumuskan aturan yang lebih spesifik. Sejauh ini, belum ada keputusan resmi mengenai perubahan regulasi kendaraan otonom di negara bagian tersebut.