Saat mendengarkan paparan dari perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum, Gibran langsung bertanya mengenai sumber air yang saat ini digunakan oleh warga. "Selama ini yang eksisting (saat ini) dari mana (airnya)?" tanya Gibran dalam kesempatan tersebut.
Pertanyaan itu dijawab bahwa masyarakat selama ini memanfaatkan pasokan air dari Bendungan Alale dan Bendungan Lomaya yang sudah beroperasi di wilayah tersebut.
Dalam peninjauan itu, turut dibahas sejumlah pekerjaan yang masih tersisa. Dua di antaranya yang menjadi perhatian utama adalah penyelesaian tubuh bendungan dan proses pengisian awal waduk atau impounding.
Selain itu, kebutuhan tambahan anggaran untuk menyelesaikan pekerjaan pendukung juga dibahas. Hal ini dinilai penting untuk memastikan bendungan dapat beroperasi secara optimal begitu rampung nanti.
Bendungan Bulango Ulu dibangun sebagai bagian dari proyek strategis nasional. Fungsinya mencakup pengendalian banjir di wilayah hilir, penyediaan air baku untuk kebutuhan domestik dan irigasi, serta pasokan air bagi masyarakat sekitar.
Dengan progres yang hampir mencapai seratus persen, bendungan ini diharapkan segera memberikan manfaat langsung bagi warga Bone Bolango dan sekitarnya.
Kunjungan ke Gorontalo merupakan bagian dari rangkaian perjalanan kerja Gibran pada 18–21 Juni 2026. Sehari sebelumnya, ia meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.
Usai dari Gorontalo, Wapres dijadwalkan melanjutkan kunjungan ke Papua Barat untuk meninjau Sentra Produksi Kakao Ransiki di Manokwari Selatan serta membuka Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV. Pada hari terakhir, ia akan menuju Papua Selatan melalui Kabupaten Asmat untuk meninjau sejumlah fasilitas publik, termasuk Asmat Museum of Culture and Progress dan RSUD Agats.