Balita Tewas Terjebak Kebakaran di Maros, Ayah Tengah Nonton Piala Dunia

Penulis: Ivan Setiawan  •  Kamis, 18 Juni 2026 | 12:29:01 WIB
Kebakaran melanda rumah di Maros, menyebabkan seorang balita meninggal dunia.

GORONTALO — Kebakaran melumat satu unit rumah di kawasan padat penduduk di Maros, Sulawesi Selatan, pada Selasa (25/6) malam. Api yang cepat membesar membuat seorang balita berinisial AR (3) tak tertolong karena terjebak di kamar tidurnya.

Kronologi: Ayah Panik Saat Api Mulai Membesar

Menurut keterangan pihak kepolisian setempat, peristiwa bermula ketika ayah korban, inisial S, tengah menonton pertandingan Piala Dunia di ruang tamu. Saat api pertama kali terlihat dari dapur, S berusaha memadamkan dengan alat seadanya.

Namun api dengan cepat merambat ke langit-langit rumah yang terbuat dari material mudah terbakar. Dalam kepanikan, S langsung berlari keluar rumah tanpa sempat memeriksa kamar anaknya yang tertutup rapat.

“Saksi mata melihat korban masih berada di dalam kamar saat api sudah membesar. Ayahnya tidak sempat menyelamatkan karena panik,” ujar Kepala Kepolisian Sektor setempat, AKP Andi Firmansyah, Rabu (26/6).

Proses Evakuasi Terhambat Material Rumah

Warga sekitar yang datang membantu sempat berupaya menerobos masuk melalui pintu depan, namun terhadap kobaran api yang sudah mencapai atap. Tim pemadam kebakaran dari Dinas Damkar Maros tiba sekitar 20 menit setelah laporan diterima.

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas menemukan jasad AR di bawah reruntuhan kasur di kamar bagian belakang. Tim medis dari Puskesmas terdekat menyatakan korban telah meninggal akibat sesak napas dan luka bakar di sebagian besar tubuh.

Kerugian Material dan Imbauan Keselamatan

Kebakaran menghanguskan hampir seluruh isi rumah seluas 6x9 meter persegi tersebut. Kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Polisi mengimbau warga untuk selalu waspada terhadap potensi korsleting listrik, terutama saat meninggalkan kompor atau peralatan elektronik menyala. “Jangan pernah meremehkan api kecil. Begitu api membesar, waktu evakuasi sangat sempit,” kata AKP Andi Firmansyah.

Hingga berita ini diturunkan, keluarga korban masih dalam pendampingan psikolog dari Dinas Sosial Maros. Tidak ada korban jiwa lain dalam peristiwa tersebut.

Reporter: Ivan Setiawan
Sumber: news.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top