GORONTALO — Kebakaran melanda kawasan pemukiman di Kelurahan Liluwo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, Senin lalu. Satu unit rumah warga dan 11 kamar kos di lokasi yang sama hangus terbakar, memicu kepanikan di lingkungan sekitar.
Pemilik rumah, Yusran Yusuf (52), mengaku rumahnya dalam keadaan kosong saat kejadian. Ia sedang berada di pangkalan bentor ketika mendapat kabar dari anak-anaknya.
“Saat kejadian tidak ada orang di rumah. Saat itu saya ada di pangkalan bentor, cuman anak-anak yang kase tau kalau rumah terbakar,” ujar Yusran kepada awak media.
Yusran bergegas menuju lokasi dan mendapati api masih berkobar besar melahap rumahnya. Ia mengaku belum mengetahui penyebab pasti kebakaran tersebut. “Iya belum tau juga penyebab sampe ta bakar,” ucapnya.
Seluruh perabotan dan barang berharga di dalam rumahnya ludes terbakar. “Barang-barang abis semua ta bakar, semua rata tidak ada lagi yang tersisa, tinggal baju di badan,” pungkasnya. Kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Kasie Damkar Kota Gorontalo, Muh Lutfie, mengatakan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 11.25 Wita. Sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil dari BPBD diterjunkan untuk mengatasi kobaran api.
“Satu rumah dan satu kos-kosan lantai dua habis terbakar, dan lantai satunya masih sebagian aman 90 persen,” jelas Lutfie. Proses pendinginan masih berlangsung hingga beberapa jam setelah api berhasil dijinakkan.
Meski kerugian material cukup besar, kebakaran ini tidak menimbulkan korban jiwa. “Alhamdulillah sampai saat ini proses pendinginan informasi yang kita terima dari masyarakat dan petugas terkait, korban kebakaran Alhamdulillah tidak ada,” tutup Lutfie.
Pihak Damkar masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Warga diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi korsleting listrik dan meninggalkan kompor dalam keadaan menyala saat rumah ditinggalkan.