GORONTALO — Kolaborasi lintas sektor ini dihadiri langsung oleh Kapolsek Sukaweuning AKP Budiman Suhardiana, S.H., Kabag SDM Polres Garut Kompol Eka Anggriana, S.H., M.A.P., para penyuluh pertanian, perwakilan Bulog, serta puluhan petani yang menjadi garda terdepan produksi jagung di Garut. Dalam sambutannya, AKP Budiman menegaskan bahwa keterlibatan Polri bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk pengabdian nyata untuk menjaga stabilitas pangan dan keamanan nasional.
Jagung dipilih sebagai fokus utama karena perannya yang strategis — tidak hanya sebagai bahan pangan pokok, tetapi juga sebagai bahan baku industri pakan ternak yang permintaannya terus meningkat setiap tahun. Kecamatan Sukaweuning dinilai memiliki lahan produktif dan sumber daya manusia pertanian yang berpengalaman, sehingga potensinya untuk berkontribusi signifikan terhadap produksi jagung Kabupaten Garut sangat besar.
“Ketahanan pangan merupakan fondasi utama dalam menjaga ketahanan bangsa. Kami dari Polsek Sukaweuning siap memberikan dukungan penuh terhadap program swasembada jagung melalui pendampingan, pengawalan, dan kolaborasi bersama BPP, kelompok tani, serta Bulog,” ujar AKP Budiman Suhardiana dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).
AKP Budiman menekankan bahwa keberhasilan swasembada jagung tidak bisa dibebankan hanya kepada petani. Dibutuhkan sinergi seluruh pihak — mulai dari pemerintah, penyuluh pertanian, lembaga penyangga pangan seperti Bulog, aparat keamanan, hingga masyarakat umum. Petani, menurutnya, harus mendapat dukungan penuh: pendampingan teknis, akses sarana produksi, perlindungan usaha tani, dan yang terpenting, kepastian pasar hasil panen.
“Ketika kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik, maka stabilitas sosial, ekonomi, dan keamanan juga akan lebih mudah terjaga,” tegasnya. Langkah ini sejalan dengan arahan pimpinan Polri agar seluruh jajaran aktif mendukung program pembangunan nasional, khususnya di sektor pangan yang menjadi prioritas pemerintah.
Dengan kolaborasi ini, Polsek Sukaweuning berharap produksi jagung di Garut tidak hanya meningkat secara kuantitas, tetapi juga kualitas dan kesejahteraan petani. Ini menjadi contoh nyata bagaimana aparat keamanan bisa menjadi katalisator ketahanan pangan di tingkat akar rumput.