GORONTALO — Presiden Prabowo Subianto secara tegas menyampaikan peringatan keras terhadap upaya provokasi dan perpecahan yang dinilai mengancam persatuan bangsa. Kepala Negara menyebut pihak-pihak yang melakukan hasutan tersebut tidak memiliki loyalitas kepada Indonesia.
"Kalau ada yang menghasut memecah belah yakinlah dia bekerja untuk orang lain bukan untuk orang Indonesia saudara-saudara," ujar Prabowo dalam pidatonya.
Pernyataan itu disampaikan di hadapan para pengusaha muda yang tergabung dalam HIPMI. Presiden menekankan pentingnya persatuan sebagai fondasi utama pembangunan nasional, terutama di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyoroti karakteristik sumber daya manusia yang diperlukan Indonesia saat ini. Ia menekankan bahwa negara membutuhkan pengusaha-pengusaha yang memiliki militansi tinggi, kecerdasan, serta kegigihan dalam menghadapi kesulitan.
"Kita butuh pengusaha yang militan, cerdas, dan tidak mudah menyerah," kata Prabowo.
Pesan ini disampaikan di tengah upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Peran pengusaha muda dinilai strategis dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong inovasi di berbagai sektor.
Pidato Presiden di Munas HIPMI XVIII ini menjadi perhatian karena disampaikan di forum organisasi pengusaha yang memiliki jaringan luas hingga ke daerah. Munas tersebut menjadi ajang konsolidasi sekaligus penegasan arah pergerakan pengusaha muda Indonesia ke depan.
Peringatan mengenai bahaya hasutan dan perpecahan kerap disampaikan Presiden Prabowo dalam berbagai forum nasional. Namun, penyampaiannya di hadapan komunitas bisnis muda menunjukkan bahwa stabilitas politik dan persatuan nasional merupakan prasyarat mutlak bagi iklim investasi dan usaha yang kondusif.