Selama lebih dari satu dekade, penggemar headphone on-ear Marshall selalu bertanya-tanya: kapan Major akan mendapat fitur peredam bising? Jawabannya akhirnya tiba, tapi bukan dalam bentuk Major generasi keenam. Marshall memilih jalan berbeda dengan meluncurkan produk baru bernama Milton — sebuah entitas yang lahir dari ambisi menghadirkan ANC ke form factor on-ear tanpa mengorbankan DNA merek tersebut.
Headphone Major telah bertahan sejak era iPad pertama dirilis. Lima generasi dan enam belas tahun kemudian, satu celah besar tetap menganga: tidak ada active noise cancellation. Milton hadir untuk menambalnya, dan dalam prosesnya, ia berevolusi dari sekadar varian ANC Major menjadi pilar ketiga yang berdiri sendiri di antara Major dan Monitor.
Dari segi fisik, Milton seperti Monitor yang ditekan ke dimensi Major. Bingkai logam, logo emas, dan tekstur tolex khas amplifier Marshall semuanya ada. Ukuran housing dan bentuk earcup persegi jelas pinjam dari Major. Marshall menyebutnya "undermiliar" — perpaduan antara understated dan familiar.
Di balik earcup, driver 32mm mengisi suara. Kontrol fisik minimalis: satu tombol multi-fungsi dari kuningan di kanan dan satu tombol yang bisa dikustom di kiri. Tombol kiri bisa diprogram untuk mengaktifkan ANC, EQ, Soundstage (audio spasial), atau asisten suara.
Yang menarik, Marshall menyematkan baterai yang bisa diganti sendiri oleh pengguna. Ini langka untuk headphone nirkabel premium dan secara signifikan memperpanjang umur pakai perangkat. Bantalan earcup juga bisa dilepas dan diganti. Sayangnya, meskipun mendukung kabel USB-C ke 3,5mm untuk listening analog, headphone tetap harus dalam keadaan menyala — jadi opsi ini tidak bisa jadi cadangan darurat saat baterai habis.
Marshall tidak main-main dengan software. Aplikasi pendamping Milton mungkin adalah aplikasi headphone terbaik yang pernah saya gunakan — dan saya sudah menguji puluhan perangkat. Antarmuka tidak terasa seperti barang sisa, fitur-fitur benar-benar fungsional, bukan sekadar pajangan.
Di halaman utama, pengguna bisa toggle antara ANC, transparency mode, atau mematikan keduanya. Ada juga slider level ANC untuk penyesuaian lebih dalam. EQ hadir dengan preset bawaan dan opsi kustom, plus toggle adaptive loudness. Fitur Soundstage mengubah audio agar terdengar seperti speaker di ruangan — meskipun bagi saya, ini justru menenggelamkan drum dan bassline.
Mendukung Auracast untuk bergabung dengan siaran audio publik dan Spotify Tap via klik dua kali tombol M. Ada juga alat preservasi bateraai mirip fitur di iOS yang mencegah pengisian penuh atau memperlambat kecepatan charge. Timer mati otomatis juga bisa diatur.
Dengan harga 230 dolar AS, Milton masuk ke kategori yang nyaris sepi pesaing: headphone on-ear ANC premium. Sebagian besar kompetitor memilih form factor over-ear untuk kelas ini. Marshall mengandalkan pengalaman belasan tahun menyempurnakan on-ear dan data pengguna yang terkumpul dari lini Major untuk membenarkan harga tersebut.
Hasilnya adalah produk yang mendefinisikan ulang kategorinya sendiri — mungkin bukan dalam arti revolusioner, tapi sebagai bukti bahwa on-ear tetap relevan di era peredam bising. Belum ada informasi ketersediaan resmi untuk pasar Indonesia.