LIMBOTO — Pelaksanaan PENAS Petani Nelayan XVII di Kabupaten Gorontalo tinggal 16 hari lagi. Wakil Bupati Tonny S. Junus menegaskan bahwa kesiapan layanan dasar bagi peserta menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar. Hal itu disampaikannya usai rapat pleno finalisasi petunjuk teknis (juknis) di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo, Kamis (4/6/2026).
Tonny meminta panitia daerah untuk memastikan seluruh homestay yang akan ditempati peserta memiliki fasilitas dasar yang layak, terutama air bersih. “Jangan sampai ada tamu yang mengeluhkan fasilitas dasar seperti ketersediaan air bersih. Hal-hal seperti itu harus menjadi perhatian serius panitia lokal karena menyangkut kenyamanan peserta,” ujarnya.
Saat ini, akomodasi diprioritaskan di wilayah Limboto karena dekat dengan pusat kegiatan. Jika kapasitas tidak mencukupi, penyebaran tamu akan diperluas ke Telaga dan sekitarnya. Tonny berharap masyarakat yang menyediakan homestay bisa memberikan pelayanan terbaik.
Berdasarkan data sementara, jumlah peserta yang telah terdaftar mencapai sekitar 7.800 orang. Angka itu belum termasuk pendamping maupun peserta lain yang diperkirakan turut hadir. Tonny mengatakan sebagian besar persiapan di lapangan sudah berjalan, apalagi setelah ada petunjuk pelaksanaan terbaru dari provinsi.
“Apa yang dirapatkan hari ini sebenarnya sebagian besar sudah berjalan. Apalagi sudah ada petunjuk pelaksanaan terbaru dari provinsi yang menjadi dasar penyusunan petunjuk teknis di daerah,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Gorontalo lebih memfokuskan perhatian pada kebutuhan lokal. Tonny menekankan bahwa penyelenggaraan PENAS melibatkan berbagai unsur, mulai dari panitia pusat, Kementerian Pertanian, panitia provinsi, hingga panitia kabupaten. Ia ingin daerah ini meninggalkan kesan positif bagi para duta petani dan nelayan dari seluruh Indonesia.
“Kita ingin menjadi tuan rumah yang baik. Yang datang nanti adalah duta-duta petani dan nelayan dari seluruh Indonesia. Mereka harus mendapatkan pelayanan yang nyaman selama berada di daerah ini,” katanya. Dengan jumlah peserta yang terus bertambah, Pemkab Gorontalo optimistis seluruh persiapan dapat diselesaikan tepat waktu.