Pencarian

Trump Sebut Serangan Ukraina ke Kilang Minyak Rusia sebagai Aib

Senin, 19 Oktober 2026 • 10:21:01 WIB
Trump Sebut Serangan Ukraina ke Kilang Minyak Rusia sebagai Aib
Presiden AS Donald Trump mengecam serangan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia dan menyebutnya sebagai aib.

GORONTALO — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengecam Ukraina karena kembali menyerang kilang minyak Rusia pada 15 Oktober, dan menyebut tindakan itu sebagai "aib" yang membuat harga energi global tetap tinggi. Serangan tersebut menandai berakhirnya kesepakatan penghentian serangan terhadap fasilitas energi yang sebelumnya diumumkan Trump.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan Ukraina tidak lagi mematuhi penghentian serangan terhadap fasilitas energi dan kembali melancarkan serangan udara yang menyasar kilang-kilang minyak Rusia. Keputusan itu memicu kemarahan Trump, yang menilai sasaran serangan tidak tepat di saat dunia membutuhkan pasokan bahan bakar.

Hubungan Washington dan Kyiv memburuk setelah Trump melonggarkan sanksi dengan syarat Rusia memasok diesel ke pasar global dalam skala besar. Zelensky menilai kesepakatan itu sebagai upaya menekan lonjakan harga bahan bakar menjelang pemilihan paruh waktu di AS, sekaligus membantu Rusia mempertahankan invasinya ke Ukraina.

Alasan Trump Menyebut Serangan Itu Aib

Trump menegaskan serangan terhadap kilang minyak hanya akan memperburuk harga minyak dunia. Menurutnya, masih banyak target lain yang bisa diserang tanpa mengganggu pasokan energi global.

"Jika Presiden Zelensky kembali menyerang kilang-kilang minyak, yang ia lakukan hanyalah membuat harga minyak dunia semakin melonjak," kata Trump.

"Menurut saya, ini adalah sebuah aib. Masih banyak target lain yang bisa diserang," ujarnya menambahkan.

Trump juga menyoroti dampak serangan terhadap produksi diesel. Ia menilai langkah tersebut merugikan banyak negara yang sedang membutuhkan pasokan bahan bakar jenis itu.

"Jika Anda menyerang kilang yang memproduksi diesel—di saat kita maupun dunia sedang membutuhkan diesel—maka tindakan tersebut tidak memberikan dampak baik bagi dunia," tambah Trump.

Zelensky Kritik Pelonggaran Sanksi AS

Dari sisi Kyiv, Zelensky menilai pelonggaran sanksi terhadap Rusia sebagai keputusan yang menguntungkan Moskow. Menurutnya, kebijakan itu justru memberi ruang bagi Rusia untuk terus melanjutkan agresi militer ke Ukraina.

Pemerintah Ukraina juga menafsirkan langkah Trump sebagai upaya menekan harga bahan bakar domestik menjelang pemilihan paruh waktu. Isu energi memang menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi elektabilitas di Amerika Serikat.

Siapa yang Lebih Sulit Diajak Bernegosiasi

Kepada Newsmax, Trump kembali menegaskan pandangannya mengenai kedua pemimpin negara yang tengah bertikai. Ia mengaku bukan penggemar berat Zelensky, meski menilai kedua pemimpin sama-sama ingin mengakhiri perang.

"Saya bukan penggemar berat Presiden Zelensky. Meskipun kedua pemimpin tersebut tampak ingin mengakhiri perang, menurut saya, bernegosiasi dengan Presiden Zelensky jauh lebih sulit dibandingkan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin," kata Trump.

Pernyataan itu mempertegas posisi Trump yang cenderung lebih dekat ke Moskow dalam proses perdamaian. Bagi pasar energi, ketegangan antara Washington dan Kyiv menjadi faktor tambahan yang menjaga harga minyak dunia tetap bergejolak.

Follow kabargorontalo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: akurat.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks