American Airlines Bakal Tanggung Biaya Bahan Bakar Ekstra USD 1 Miliar Akibat Perang Iran

Penulis: Ivan Setiawan  •  Sabtu, 19 September 2026 | 10:22:01 WIB

GORONTALO — American Airlines memperkirakan biaya bahan bakar jet melonjak USD 1 miliar pada kuartal keempat tahun fiskal ini akibat lonjakan harga minyak yang dipicu perang AS-Israel melawan Iran. Setiap kenaikan satu sen per galon Jet A-1 menambah sekitar USD 10 juta beban biaya per kuartal, dan harga kuartal keempat kini USD 1 per galon lebih tinggi dari proyeksi Juli. Maskapai memangkas sejumlah penerbangan untuk menekan konsumsi bahan bakar, tetapi kenaikan biaya itu tetap akan tercermin pada harga tiket penumpang.

American Airlines menyampaikan proyeksi tersebut dalam paparan di Morgan Stanley Laguna Conference. CFO American Airlines, Devon May, menjelaskan bahwa fluktuasi harga bahan bakar berdampak langsung ke lini bawah perusahaan. Biaya bahan bakar pada kuartal ketiga masih sesuai ekspektasi, namun harga kuartal keempat meleset jauh dari panduan yang disusun pada Juli.

Lonjakan harga minyak mentah global menjadi pemicu utama. Perang antara AS-Israel dan Iran mengerek harga bahan bakar pesawat di pasar internasional. Reuters melaporkan pernyataan May yang menyebut setiap kenaikan satu sen per galon Jet A-1 berdampak pada tambahan biaya sekitar USD 10 juta per kuartal.

Dampak ke Harga Tiket Penumpang

Biaya tambahan USD 1 miliar itu tidak akan diserap seluruhnya oleh maskapai. American Airlines menyatakan kenaikan biaya bahan bakar pada akhirnya akan dibebankan ke penumpang melalui harga tiket yang lebih tinggi. Sejumlah penerbangan juga akan dipangkas untuk menekan konsumsi bahan bakar.

Maskapai lain mengambil langkah serupa. United Airlines dan Southwest Airlines sama-sama mengindikasikan akan mengurangi jumlah penerbangan, terutama rute domestik murah di luar jam sibuk. Meski harga tiket pesawat naik sejak awal tahun, ketiga maskapai mengklaim permintaan tetap kuat.

Strategi Kursi Premium dan Penerbangan yang Dipangkas

American Airlines tidak hanya memangkas penerbangan. Maskapai ini berencana menambah jumlah kursi premium di armadanya. CEO American Airlines, Robert Isom, menyampaikan hal itu dalam konferensi yang sama.

"Those 30% of seats, they're only going to grow in our fleet as the reconfigurations come on board as the new aircraft deliveries come on."

Pernyataan Isom merujuk pada 30 persen kursi premium yang akan terus bertambah seiring rekonfigurasi kabin dan kedatangan pesawat baru. Langkah ini menandai pergeseran fokus maskapai dari penumpang ekonomi ke segmen yang mau membayar lebih untuk kursi di depan.

Era Maskapai Bertarif Murah Berakhir

Spirit Airlines resmi menghentikan operasinya awal tahun ini setelah mengajukan pailit untuk kedua kalinya dalam setahun. Southwest Airlines mengumumkan akan meluncurkan jaringan lounge bandara tahun depan. Langkah itu menjadi tahap akhir Southwest meninggalkan akar sebagai maskapai bertarif murah, setelah menambah biaya bagasi dan meninggalkan sistem tempat duduk terbuka.

Maskapai besar kini bersiap meninggalkan penumpang reguler demi mereka yang mampu membayar ekstra untuk duduk di kursi premium. Tren ini muncul di tengah tekanan biaya bahan bakar yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Reporter: Ivan Setiawan
Sumber: jalopnik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top