Pemkot Gorontalo Desak Forum RSSH 2026 Hasilkan Solusi Konkret Hadapi 37 Kasus Baru HIV dan KLB Malaria

Penulis: Gilang Permana  •  Sabtu, 19 September 2026 | 05:16:01 WIB

GORONTALO — Pemerintah Kota Gorontalo menekankan penguatan sistem kesehatan berkelanjutan sebagai kunci menghadapi ancaman penyakit menular. Forum Penguatan Program RSSH 2026 menjadi wadah merumuskan solusi yang bisa langsung diterapkan, bukan sekadar pembahasan program di atas kertas.

Data yang disampaikan dalam forum mencatat Kota Gorontalo menyumbang 37 kasus baru HIV pada 2026. Angka itu menempatkan kota ini sebagai daerah dengan temuan kasus baru tertinggi di tingkat provinsi.

Di saat bersamaan, ancaman malaria di tingkat provinsi juga menjadi perhatian. Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria disebut telah mencapai lebih dari 5.000 kasus di sejumlah kabupaten sekitar.

37 Kasus Baru HIV Tertinggi di Provinsi

Temuan kasus HIV di Kota Gorontalo menjadi sorotan utama forum. Jumlah 37 kasus baru itu menjadi yang tertinggi di tingkat provinsi pada 2026.

Pj Sekretaris Daerah Kota Gorontalo Nuryanto menyebut HIV/AIDS, TBC, dan malaria masih menjadi tantangan kesehatan yang membutuhkan perhatian bersama. Target eliminasi ketiga penyakit pada 2030, kata dia, harus diikuti penguatan sistem kesehatan yang berkelanjutan.

"Kita menyadari bahwa HIV/AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria atau ATM, masih menjadi tantangan kesehatan yang membutuhkan perhatian sangat besar. Target eliminasi ATM di tahun 2030 adalah komitmen yang harus kita capai bersama," ujar Nuryanto.

Malaria Kota Gorontalo 101 Kasus, TBC Disisir 747 Penderita Aktif

Kondisi malaria di Kota Gorontalo disebut masih relatif terkendali dengan 101 kasus. Untuk penanganan TBC, pemerintah daerah telah melakukan upaya deteksi dengan menyisir 747 penderita aktif.

Capaian tersebut tidak lantas membuat pemerintah mengurangi kewaspadaan. Karakteristik Kota Gorontalo sebagai wilayah perkotaan dengan mobilitas penduduk tinggi dinilai membutuhkan sistem mitigasi penyakit menular yang lebih kuat.

"Maka dari itu perlu upaya pencegahan dan penanganan secara terpadu dengan melibatkan berbagai pihak. Sebab masalah ini bukan hanya tanggung jawab satu pihak saja," tegasnya.

Mobilitas Penduduk Tinggi Perkuat Risiko Penularan

Sebagai wilayah perkotaan, Kota Gorontalo memiliki lalu lintas penduduk yang relatif tinggi. Kondisi itu membuat penguatan sistem kesehatan menjadi penting agar penularan penyakit menular bisa ditekan.

Nuryanto menekankan masalah penyakit menular bukan tanggung jawab satu pihak. Pencegahan dan penanganan perlu dilakukan terpadu dengan melibatkan berbagai instansi dan pemangku kepentingan.

Forum RSSH 2026 Dituntut Hasilkan Pembagian Peran Jelas

Forum RSSH 2026 diharapkan tidak berhenti pada pembahasan program. Pemerintah daerah mendorong lahirnya solusi yang dapat diterapkan serta pembagian tanggung jawab yang jelas di antara pihak terkait.

"Melalui penguatan RSSH 2026 ini, Pemerintah daerah berharap lahir solusi-solusi cerdas yang lebih kuat, pembagian peran yang jelas, serta tindak lanjut yang lebih terukur lagi," pungkasnya.

Target eliminasi HIV/AIDS, TBC, dan malaria pada 2030 menjadi acuan kerja forum. Hasil forum akan menentukan langkah penanganan penyakit menular di Kota Gorontalo dan daerah sekitar dalam beberapa tahun ke depan.

Reporter: Gilang Permana
Sumber: suaranet.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top