GORONTALO — Wembley Stadium untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah pertandingan American college football, Sabtu ini, ketika Kansas Jayhawks berhadapan dengan Arizona State Sun Devils di hadapan sekitar 60.000 penonton. Laga bertajuk Union Jack Classic itu menjadi pertandingan college football kedua yang digelar di Inggris, jauh lebih besar dibanding edisi pertama di Crystal Palace pada 1988 yang hanya dihadiri sekitar 2.500 penonton.
Pertandingan yang digelar pukul 17.00 waktu setempat itu menandai babak baru bagi penyebaran college football ke luar Amerika Serikat. NFL sudah rutin menggelar laga di London sejak 2007, tetapi cabang olahraga yang menjadi ladang pemain NFL ini baru dua kali menyentuh Inggris. Union Jack Classic pun dirancang sebagai perhelatan berskala besar, lengkap dengan marching band, spirit squad, dan pesta tailgate di luar stadion.
Aktor Jason Sudeikis, yang dikenal lewat serial Ted Lasso dan tumbuh besar di Kansas, disebut-sebut berpeluang hadir di tribun. Sudeikis merupakan penggemar lama Jayhawks dan kerap menyelipkan referensi soal Universitas Kansas dalam karya-karyanya.
Union Jack Classic digagas oleh pengusaha Brian Dubiski, yang kini menjabat chief executive UJC. Bersama seorang mitra bisnis yang pernah bekerja dengan NFL di London, Dubiski mempertanyakan mengapa tidak ada yang membawa college football kembali ke Inggris setelah laga NFL pertama di Wembley pada 2007.
Setelah matang selama beberapa tahun, keduanya memutuskan menggarap proyek itu sendiri dan berhasil memesan tanggal di stadion nasional sepak bola Inggris tersebut. Tantangan berikutnya adalah mencari tim yang bersedia terbang jauh.
Brett Yormark, commissioner Big 12 Conference, menyambut gagasan itu. Dua tim anggota Big 12 akhirnya berkomitmen ikut serta. Universitas Kansas yang berdiri pada 1890 memiliki salah satu tim college tertua dan ingin memperluas mereknya, sementara Arizona State membuka kampus di London bulan ini.
Sebagian besar pemain kedua tim bahkan belum pernah memegang paspor sebelum perjalanan ini, sehingga kedua kampus ingin memberi pengalaman budaya yang tak terlupakan bagi para atletnya.
Hampir semua pemain NFL lahir dari sistem college Amerika Serikat. Di banyak wilayah Negeri Paman Sam, college football justru lebih populer daripada NFL. Delapan dari sepuluh stadion terbesar di dunia adalah stadion college football, semuanya berkapasitas lebih dari 100.000 penonton.
Dedikasi penggemar juga lebih kuat karena dukungan diwariskan antargenerasi. Pemain Kansas, Calvin Clements, adalah Jayhawk generasi kelima. Aktor Paul Rudd juga seorang Jayhawk.
"Mereka sangat bersemangat, dan ada tribalisme, jadi ini hal terdekat yang kita punya dengan basis penggemar sepak bola Eropa," kata Dubiski kepada BBC Sport.
NFL dan college football sama-sama punya tradisi tailgate, ketika penggemar berkumpul di area parkir untuk makan dan minum berjam-jam sebelum kickoff. Bedanya, penggemar college football bernyanyi sepanjang pertandingan, diiringi marching band dan spirit squad yang terdiri dari cheerleader, penari, dan maskot.
"Kami ingin pertandingan ini menampilkan apa yang kami anggap sebagai salah satu olahraga terhebat di Amerika," ujar Yormark.
"Ada sesuatu yang istimewa dari college football - kemegahannya, tradisinya, basis penggemarnya. Dinamis, penuh energi dan gairah. Ini benar-benar sebuah pengalaman."
Menurut NFL, 14 juta orang di Inggris mengaku sebagai penggemar liga olahraga terbesar Amerika itu. Penyelenggara UJC berusaha menangkap basis penggemar tersebut sekaligus menyasar penonton muda.
UJC menjalin kemitraan dengan British American Football Association (Bafa), British Universities and Colleges Sport (BUCS), dan Jacksonville Jaguars yang rutin menggelar laga NFL tahunan di Wembley. Sekitar 60.000 tiket terjual, dengan 15.000 penggemar terbang dari Amerika Serikat. Seksi khusus mahasiswa disiapkan untuk menghadirkan atmosfer gameday khas kampus.
"Kami sangat senang dengan capaian ini di tahun pertama," kata Dubiski. "Kami tidak pernah berharap stadion terjual habis, dan 60.000 lebih tinggi dari rata-rata kehadiran Big 12."
Dubiski menyepakati kontrak eksklusif multi-tahun dengan Wembley dan sudah menyiapkan laga untuk tiga tahun ke depan. Ia membuka peluang memperluas ke kota-kota Eropa lain dan menghadirkan pertandingan basket.
Mantan quarterback NFL Robert Griffin III, kini analis college football di Fox Sports, menilai laga ini perlu menghadirkan keseruan. Menurut dia, cara menumbuhkan penggemar adalah dengan menciptakan momen, dan dua tim yang datang dikenal produktif mencetak poin.
Griffin meyakini college football berpotensi lebih sukses di luar negeri dibanding NFL. Basis penggemarnya lebih mirip sepak bola dunia, dan jumlah timnya jauh lebih banyak - 32 di NFL berbanding sekitar 400 di college football.
Yormark menilai pengalaman positif bagi penonton dan pemain, ditambah pertandingan yang menarik, sudah cukup menjadi ukuran keberhasilan edisi perdana Union Jack Classic di Wembley.