Variety Rilis Women's Impact Report 2026, 3 Eksekutif HBO Masuk Daftar

Penulis: Eri Subagio  •  Kamis, 17 September 2026 | 22:47:31 WIB

GORONTALO — Variety merilis Women's Impact Report 2026 yang menyoroti puluhan perempuan berpengaruh di industri hiburan global. Laporan ini hadir setelah tahun penuh gejolak akibat merger, pemutusan hubungan kerja massal, dan transformasi kecerdasan buatan, namun box office kembali meledak dan serial televisi berhasil memikat imajinasi penonton. Ketangguhan para penerima penghargaan tahun ini disebut tetap menjadi mesin penggerak bisnis pertunjukan.

Variety kembali merilis Women's Impact Report tahunan, edisi 2026, yang menampilkan sejumlah profesional perempuan paling berpengaruh di industri hiburan. Laporan ini disusun oleh tim redaksi yang terdiri dari Mya Copeland, Isabella Farina, Tanya Fedak, Carole Horst, Cynthia Littleton, Pat Saperstein, Michael Schneider, dan Jazz Tangcay.

Tahun yang dilalui para honoree penuh tantangan. Merger perusahaan, pemutusan hubungan kerja, dan adopsi kecerdasan buatan yang terus berlangsung mengubah lanskap industri. Meski begitu, pendapatan box office kembali melonjak dan sejumlah serial televisi berhasil mencuri perhatian penonton global.

Pamela Abdy dan Dominasi Warner Bros.

Pamela Abdy, Co-chair sekaligus CEO Warner Bros. Motion Picture Group, memimpin daftar tahun ini. Sejak bergabung pada 2022, ia mengawal sejumlah judul besar seperti "One Battle After Another," "Weapons," dan "Sinners."

Ketiga film itu mengumpulkan 11 Academy Awards, menyamai rekor kemenangan terbanyak yang pernah diraih satu studio. Secara keseluruhan, Warner Bros. memimpin industri dengan 30 nominasi. "Sinners" sendiri menjadi film dengan nominasi terbanyak dalam sejarah Academy, yakni 16 nominasi.

Proyek berikutnya yang dinanti adalah "Digger" garapan Alejandro González Iñárritu bersama Tom Cruise, serta penutup trilogi "Dune" berjudul "Dune: Part Three."

Kori Adelson dan Kebangkitan North Road Films

Kori Adelson menjabat Presiden North Road Films, label yang dikembangkan North Road Company tahun ini. Selain mengawasi strategi perusahaan, ia bertugas mengidentifikasi talenta baru maupun yang sudah mapan.

Perannya krusial dalam membawa Kane Parsons dan "Backrooms" ke A24, yang kemudian menjadi salah satu terobosan terbesar tahun ini. "Saya melihat ini sebagai pencapaian besar karena saya bisa mengidentifikasi dan mendukung seorang pembuat film pendatang baru hingga sukses besar lewat film yang resonan dengan penonton global," ujarnya.

Tantangan berikutnya, kata Adelson, adalah memantapkan North Road Films sebagai merek warisan yang memproduksi dan membiayai film berorientasi penonton dari pembuat film dengan visi khas.

Michelle An dan Strategi Kreatif Interscope

Michelle An telah lebih dari dua dekade berkarier di Interscope Records. Ia kini menjabat Presiden of creative strategy, mengasah strategi kreatif dan membantu artis membangun kampanye album.

Sepanjang tahun ini, ia bekerja dengan Ed Sheeran dan Laufey yang baru bergabung, serta terus mendampingi Olivia Rodrigo saat menciptakan dan meluncurkan festival Daisy Chain Fields. Festival itu berhasil mengumpulkan jutaan dolar untuk organisasi nirlaba yang berfokus pada perempuan dan anak perempuan.

"Sungguh luar biasa melihat Olivia memimpin dan menggunakan platformnya dengan cara yang begitu kuat," kata An. "Saya sangat bersyukur artis seperti Olivia Rodrigo ada di zaman ini."

Untuk mentoring, An menyarankan agar generasi muda menjadi ahli di bidang yang mereka geluti dan belajar berpikir layaknya wirausaha di sekitar bidang tersebut.

Trio Eksekutif HBO: Aubrey, Gravitt, dan Orsi

Sarah Aubrey, Amy Gravitt, dan Francesca Orsi mewakili kekuatan HBO dan HBO Max tahun ini. Aubrey menjabat Head of HBO Max Original Programming, dengan portofolio mencakup sederet acara paling banyak meraih penghargaan di televisi.

Salah satunya "The Pitt," yang disebut sebagai model produksi serial hit dengan jumlah episode lebih banyak dan ritme yang cocok untuk streaming. Serial itu baru saja memenangkan lima Emmy. "Hacks" juga memecahkan rekor dengan 24 nominasi Emmy dalam satu tahun untuk kategori komedi, sementara Jean Smart meraih trofi bersejarah.

Orsi dan Gravitt bersama-sama mengawasi sejumlah judul populer seperti "The White Lotus," "The Last of Us," "House of the Dragon," "Euphoria," "Hacks," dan "Harry Potter" yang sangat dinanti. Orsi mengaku paling bangga pada spin-off "Game of Thrones," "A Knight of the Seven Kingdoms," yang diproduksi dengan anggaran rendah namun mendapat ulasan kuat, penonton besar, dan nominasi Emmy untuk kategori drama.

Gravitt mengaku tidak bisa lepas dari aplikasi Strava untuk mencatat lari. Sementara pencapaian terbesar Aubrey dalam 18 bulan terakhir, tanpa ragu, adalah mendapatkan tiket untuk 12 anak perempuan ke Daisy Chain Fields Festival.

Para Artisan di Balik "The Odyssey"

Ruth de Jong, Jennifer Lame, dan Ellen Mirojnick menjadi tiga nama di balik layar yang masuk laporan ini. Ketiganya adalah kolaborator andalan sutradara Christopher Nolan dalam mengadaptasi puisi epik Homer, "The Odyssey."

Mirojnick, perancang kostum, menyebut proyek ini sebagai salah satu pengalaman paling ambisius dan menantang dalam kariernya. Ia dan timnya merancang serta memproduksi 5.300 kostum, dengan ribuan di antaranya dibuat secara handmade.

De Jong bertugas sebagai production designer. Ia menjelajahi berbagai lokasi di dunia, menemukan kastil abad kelima di Italia yang berada sekitar 1.030 kaki di atas permukaan laut, dan menjadikannya Ithaca dalam film. Ia juga merancang beberapa kuda Troya setinggi sekitar 35 kaki.

Set Troy menjadi pencapaian teknis tersendiri. Arealnya mencakup lebih dari 2,5 acre, cukup luas untuk menampung 2.000 figuran dan lebih dari 60 struktur. Lame, sang editor, menyusun semuanya dengan memotong 2 juta kaki film Imax untuk mengikat cerita pada inti emosional yang kuat.

Women's Impact Report sendiri telah menjadi salah satu laporan tahunan paling dinanti di kalender industri hiburan Amerika, menjadi tolok ukur kontribusi perempuan di balik layar dan di kursi eksekutif studio.

Reporter: Eri Subagio
Sumber: variety.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top