GORONTALO — Francisco Rivera menjadi salah satu pemain asing yang fasih berbahasa Indonesia. Ia bahkan berani tampil menggunakan bahasa Indonesia saat live interview di televisi setelah pertandingan. Kisah di balik kemampuan itu dibeberkan Wida Aryani, guru bahasa Indonesia yang mendampingi sejumlah pemain dan pelatih asing di Tanah Air.
Wida Aryani membagikan pengalamannya membantu para pemain dan pelatih asing belajar bahasa Indonesia dalam podcast Bola Break. Program tersebut menghadirkan sejumlah nama yang selama ini berada di balik layar pendampingan pemain impor di kompetisi domestik.
Francisco Rivera dan Thom Haye masuk dalam daftar pemain yang pernah belajar bersamanya. Keduanya tercatat sebagai pengguna bahasa Indonesia yang cukup percaya diri di ruang publik.
Selain Rivera dan Haye, sejumlah nama lain turut disebut Wida Aryani sebagai muridnya. Mereka berasal dari berbagai klub dan latar belakang berbeda.
Daftar tersebut menunjukkan kebutuhan komunikasi berbahasa Indonesia tak hanya menyasar pemain, tetapi juga pelatih asing yang berkarier di liga domestik.
Kemampuan Rivera menonjol karena ia sudah berani menjalani live interview berbahasa Indonesia di televisi usai pertandingan. Momen semacam itu jarang dilakukan pemain asing yang baru beberapa musim bermain di Indonesia.
Penguasaan bahasa menjadi nilai tambah bagi pemain impor. Komunikasi dengan rekan setim, pelatih, dan suporter jadi lebih lancar, baik di lapangan maupun di luar pertandingan.
Nama Jordy Wehrmann juga mencuat dalam sejumlah episode Bola Break. Ia pernah menyatakan keyakinan bisa membantu Timnas Indonesia jika proses naturalisasinya tuntas.
Wehrmann juga sempat berbicara soal ambisinya mengangkat performa Madura United ke posisi yang lebih baik di klasemen. Pernyataan itu disampaikan dalam program yang sama beberapa waktu sebelumnya.
Kehadiran figur seperti Wida Aryani memperlihatkan sisi lain industri sepak bola nasional. Adaptasi pemain asing tidak hanya soal taktik dan fisik, tetapi juga bahasa dan budaya sehari-hari.
Bola Break sendiri menjadi kanal yang rutin mengangkat topik seputar Timnas Indonesia, liga domestik, hingga perfilman bertema sepak bola. Sejumlah episode terakhir juga menghadirkan Fedi Nuril dan Augie Fantinus membahas film "Bapakmu Kiper".