GORONTALO — XCMG Indonesia memulai pembangunan Pusat Re-manufaktur di Balikpapan, Kalimantan Timur, yang akan menjadi fasilitas overhaul dan remanufaktur komponen alat pertambangan pertama perusahaan itu di luar Tiongkok. Fasilitas ini memperpanjang rantai layanan XCMG yang sebelumnya sudah mencakup manufaktur, riset dan pengembangan, serta pembiayaan di Indonesia. Bagi pelanggan tambang, perbaikan komponen inti tak lagi harus menunggu pasokan dari luar negeri.
XCMG Indonesia menggelar peletakan batu pertama Pusat Re-manufaktur di Balikpapan, Kalimantan Timur. Fasilitas ini dirancang sebagai pusat overhaul dan remanufaktur komponen peralatan pertambangan pertama XCMG di luar Tiongkok. Seremonial tersebut dihadiri General Manager XCMG Mining Machinery Business Division Ren Daming, perwakilan pemerintah Indonesia, pelanggan utama sektor pertambangan, serta mitra industri.
Pembangunan pusat ini menandai dimulainya layanan purnajual yang mencakup seluruh masa operasional peralatan. Dalam rangkaian acara yang sama, XCMG menandatangani sejumlah kesepakatan kerja sama strategis dengan pelanggan dan mitra industri.
Indonesia menjadi salah satu wilayah perintis dalam strategi XCMG membangun rantai nilai menyeluruh di luar negeri. Rantai itu mencakup riset dan pengembangan, produksi, pengadaan, penjualan, layanan, hingga pembiayaan.
Setelah lebih dari 30 tahun beroperasi di Indonesia, XCMG merealisasikan sejumlah kapabilitas utama secara bertahap sejak awal tahun ini. Basis manufaktur energi baru pertama XCMG di luar negeri sudah dibangun dan beroperasi, sehingga kapasitas produksi unit lengkap bisa ditempatkan lebih dekat ke pasar.
Pusat riset dan pengembangan XCMG di Indonesia juga resmi berjalan, dengan fokus pada adaptasi produk terhadap suhu dan kelembapan tinggi serta karakteristik operasional yang kompleks di Tanah Air. Perusahaan pembiayaan XCMG turut hadir menyediakan skema pembiayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.
Jika manufaktur, riset, dan pembiayaan berperan pada tahap sebelum dan saat penjualan peralatan, bisnis remanufaktur memperluas rantai tersebut hingga mencakup seluruh masa operasional alat. Kombinasi ini membuat XCMG di Indonesia memiliki kapabilitas layanan menyeluruh, sementara rantai yang mengintegrasikan riset, manufaktur, pembiayaan, penjualan, dan layanan terus terbentuk.
Pusat Re-manufaktur XCMG Indonesia mengintegrasikan beberapa fungsi sekaligus: overhaul dan remanufaktur komponen inti, pergudangan suku cadang regional, pelatihan tenaga teknis lokal, serta rekondisi unit bekas. Alur kerja mulai dari pengumpulan dan inspeksi komponen bekas, pemulihan dan remanufaktur, penyediaan suku cadang, sampai layanan lapangan terhubung dalam satu sistem.
Fasilitas ini mengadopsi standar teknologi remanufaktur global XCMG dan sistem manajemen kualitas yang berorientasi efisiensi. Setelah proyek rampung, sebagian besar pekerjaan perbaikan dapat dikerjakan secara lokal.
Dampaknya langsung terasa di lapangan. Waktu tunggu akibat peralatan berhenti beroperasi bisa dipersingkat, performa alat setelah perbaikan lebih terjamin, dan biaya operasional pelanggan ditekan. Tingkat ketersediaan peralatan pun meningkat.
Langkah ini mendorong XCMG bertransformasi dari pemasok peralatan tradisional menjadi penyedia solusi untuk seluruh masa operasional peralatan.
"Dengan hadirnya pusat remanufaktur di Indonesia, proses overhaul dan respons penyediaan suku cadang dapat dilakukan lebih cepat, sehingga kerugian akibat peralatan tidak beroperasi dapat lebih terkendali. Hal ini semakin meningkatkan keyakinan kami untuk memperdalam kerja sama ke depannya," ujar perwakilan salah satu pelanggan utama XCMG dari sektor pertambangan Indonesia.
Komitmen jangka panjang XCMG diwujudkan lewat pengembangan manufaktur, penguatan kemampuan teknologi lokal, dukungan pembiayaan, hingga perluasan layanan. Prinsipnya: berakar di Indonesia, melayani Indonesia.
Pengembangan talenta menjadi bagian dari komitmen tersebut. Struktur tenaga kerja XCMG semakin terlokalisasi, disertai program bersama perguruan tinggi untuk membina tenaga teknis lokal secara sistematis. Pusat remanufaktur juga membuka lapangan kerja baru di bidang layanan purnajual.
Chairman XCMG Yang Dongsheng merumuskan arah ini dalam satu kalimat: "Globalisasi adalah lokalisasi." Pernyataan itu menjadi cerminan ekosistem rantai nilai XCMG di Indonesia yang terus berkembang.
Dari peletakan batu pertama di Balikpapan hingga terbentuknya satu rantai industri yang terhubung, langkah XCMG menandai penguatan strategi lokalisasi sekaligus memperdalam kerja sama industri Tiongkok-Indonesia. Bagi pasar alat berat nasional, kehadiran fasilitas remanufaktur ini menambah pilihan layanan purnajual yang selama ini didominasi pemain global lain.