GORONTALO — Duo penulis naskah Dan Gregor dan Doug Mand, yang sebelumnya menggarap reboot The Naked Gun 2025, dipercaya menulis skenario film Crazy Taxi. Sementara itu, adaptasi Stranger Than Heaven akan diproduksi oleh RGG Studio, pengembang di balik seri Like a Dragon atau Yakuza.
Game Crazy Taxi pertama kali dirilis di arcade pada 1999. Permainan ini menempatkan pemain di belakang kemudi taksi dengan misi mengejar waktu di tengah jalanan kota yang kacau, lengkap dengan aksi melompat dari tanjakan dan menghindari lalu lintas dengan energi punk-rock.
Film ini akan diproduseri oleh Neal H. Moritz dan Toby Ascher dari Original Film, yang juga menangani waralaba Sonic, bersama Toru Nakahara. Sekuel game terbarunya, Crazy Taxi: World Tour, dijadwalkan rilis tahun depan.
Untuk Stranger Than Heaven, cerita berlatar Jepang awal abad ke-20. Kisahnya mengikuti seorang asing yang berjuang dari gelandangan miskin menjadi yakuza yang ditakuti hingga menjadi taipan hiburan. Nakahara kembali dipercaya sebagai produser untuk film live-action ini.
Netflix juga sedang mengembangkan serial animasi Sonic yang menyasar audiens anak prasekolah. Proyek ini digarap bersama Carlos Stevens dan Nakahara.
Menurut pihak Netflix, serial ini digambarkan sebagai tayangan bervoltase tinggi, komedi, namun tetap membumi secara emosional. Serial ini dirancang untuk anak-anak yang ingin merasakan sedikit ketegangan, sedikit sikap, dan rasa kebersamaan yang kuat.
Head Producer Sega, Nakahara, memberikan komentarnya mengenai proyek ini. "Expect something cute yet cool for Sonic, hilariously crazy for Crazy Taxi, and a badass action drama for STRANGER THAN HEAVEN, because we've got some amazing creative ideas lined up and we are just getting started. The whole team is absolutely thrilled!" ujarnya.
Brandon Riegg, VP of Nonfiction and Transmedia Netflix, menambahkan bahwa game yang hebat sudah memiliki apa yang dicari setiap adaptasi, yaitu karakter yang dicintai, dunia yang dikenal baik, dan basis penggemar yang setia. Ia menyebut proyek ini sebagai kesempatan untuk bekerja di tiga era berbeda dari katalog Sega.
Presiden dan COO Sega, Shuji Utsumi, menyatakan kebanggaannya dapat bekerja sama dengan Netflix. Menurutnya, para penggemar game-game ini layak mendapatkan penceritaan yang menghormati keistimewaan masing-masing judul.
Ketiga proyek Sega ini bergabung dengan daftar panjang adaptasi video game yang sedang dikembangkan Netflix. Daftar tersebut mencakup serial live-action Assassin's Creed, film live-action Gears of War, serta adaptasi serial animasi berdasarkan Minecraft, Magic: The Gathering, dan Clash of Clans.
Selain itu, ada juga kompetisi Overcooked, musim kedua Cyberpunk: Edgerunners dan Splinter Cell: Deathwatch, serta musim ketiga sekaligus terakhir dari Devil May Cry.
Langkah Netflix menggarap tiga judul Sega sekaligus menandai strategi perusahaan dalam memperluas konten berbasis game di luar genre aksi atau fantasi yang sudah mapan.