GORONTALO — EST N8 telah mengambil alih hak distribusi seluruh dunia untuk "Jaguar", film thriller kriminal berlatar Manila garapan sutradara Dean Colin Marcial. Kesepakatan ini diumumkan menjelang peluncuran penjualan internasional film tersebut di Toronto International Film Festival (TIFF) Market.
Marcial bukan nama baru di lingkaran festival. Ia merupakan alumnus Berlinale Talents Lab, dan karya-karyanya sebelumnya telah diputar di Toronto, SXSW, Tribeca, hingga Sitges.
Pemeran utama "Jaguar" diisi Elijah Canlas, aktor Filipina peraih sejumlah penghargaan berkat peran di "Kalel, 15" dan "Sunshine". Ia beradu akting dengan aktor Amerika Serikat David Call yang dikenal lewat "Tiny Furniture" dan "James White".
Bergabung pula Sid Lucero, bintang film "Norte, The End of History" arahan Lav Diaz, serta Gabby Padilla, peraih Best Actress Cinemalaya lewat "Kono Basho". Nama-nama lain yang memperkuat jajaran pemain antara lain Ruby Ruiz, Soliman Cruz, John Arcilla, dan Isabel Sandoval.
Film ini juga menandai debut akting layar lebar Dilaw Obero, vokalis band rock Filipina Dilaw.
"Jaguar" mengikuti seorang satpam muda di Manila yang tanpa sengaja menyaksikan pembunuhan profil tinggi yang melibatkan seorang bintang film Amerika. Ceritanya menggabungkan sinema genre Filipina dengan nuansa indie Amerika, mengangkat tema kelas, kekuasaan, dan korupsi.
Produksi film ini didukung Purin Pictures dan Film London. "Jaguar" juga memenangi Mocha Chai Laboratories Post-Production Grant di QCinema Project Market.
Braden Friedman, Bam Manlongat, dan Marcial duduk sebagai produser. Sementara kursi executive producer diisi Jason Michael Berman, pendiri A/Vantage Pictures yang terlibat di "Highest 2 Lowest" arahan Spike Lee dan "Air" milik Ben Affleck, lalu Galileo Mondol dan produser senior Filipina Moira Lang.
Canlas menyebut pengalaman syuting film ini sebagai sesuatu yang istimewa. "I was just blessed to work with an amazing cast and director that always collaborated to elevate the scenes in the film," ujarnya.
Ia menilai penonton kini mencari cara bercerita yang segar. "I feel like audiences are craving for unique and fresh ways of telling a story and that's what we aimed for with Jaguar: a film that follows an ordinary Filipino worker that spirals into unknown territory."
Sophie Changhui Shi, Head of Studios EST N8, menyebut "Jaguar" berada di titik ideal bagi distributor internasional. "Jaguar hits the sweet spot for international distributors – it's an auteur-driven crime story with visceral genre elements and an exceptional festival pedigree that showcases the extraordinary creative energy coming out of Southeast Asian cinema right now."
Marcial sendiri menyebut film ini sebagai potret Manila masa kini. "We set out to shoot an incendiary crime story that's a snapshot of present-day Manila – the bleeding edge of east & west," katanya.
EST N8 akan memulai penjualan internasional "Jaguar" di TIFF Market. Kesepakatan hak distribusi global dijembatani Sophie Shi dari EST N8 bersama Bianca Grimshaw dan Rebecca Theodore dari Granderson Des Rochers LLP mewakili para pembuat film.
Strategi peluncuran global film ini akan dipimpin jajaran eksekutif EST N8, yakni Jan Paul Villanueva, Cathy Ni, dan Shams Pasha. Selain "Jaguar", daftar TIFF Market EST N8 mencakup film horor Thailand "Tame", thriller Taiwan "Dead End", "Master" karya Rezwan Shahriar Sumit, dan "Dear Stranger" arahan Tetsuya Mariko.
Akuisisi ini menambah deretan film Asia Tenggara yang menembus pasar distribusi internasional, memperkuat posisi sinema Filipina di kancah festival global.