GORONTALO — Majalah Listrik Indonesia merangkum prosedur pemesanan antrean lewat fitur tersebut. Berikut urutannya.
Prosesnya dilakukan sepenuhnya dari ponsel, mulai dari pencarian lokasi hingga pengisian daya di mesin SPKLU.
Ada satu hal yang perlu dipahami pengguna. Tiba lebih awal di SPKLU tidak otomatis membuat seseorang mendapat giliran lebih dulu. Antrean tetap mengikuti mekanisme yang berlaku di fitur AntreEV.
Artinya, pengguna sebaiknya menyesuaikan waktu kedatangan dengan perkiraan giliran yang tertera di aplikasi. Bukan sekadar datang lalu menunggu tanpa acuan.
Ketika giliran pengisian daya tiba, pengguna wajib memberikan respons dalam waktu yang ditentukan. Batas waktunya 2 menit.
Jika lewat dari 2 menit tanpa respons, antrean otomatis dibatalkan. Giliran langsung dialihkan ke pengguna berikutnya dalam daftar. Karena itu, pastikan notifikasi dari aplikasi tidak terlewat begitu nomor antrean mendekati giliran.
Dengan mengikuti prosedur di atas, pengguna bisa mengetahui posisi antrean tanpa harus menunggu di lokasi SPKLU. Waktu tunggu pun lebih terukur, terutama saat jam sibuk atau di titik pengisian yang ramai.
Fitur AntreEV menjadi salah satu upaya memperbaiki pengalaman pengisian daya kendaraan listrik di Indonesia, seiring bertambahnya populasi mobil dan motor listrik di jalan.