Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Naik per September 2026, Pertamax Turbo Sentuh Rp19.600

Penulis: Eri Subagio  •  Senin, 07 September 2026 | 08:35:31 WIB
Harga BBM nonsubsidi Pertamina mengalami kenaikan per September 2026, dengan Pertamax Turbo dibanderol Rp19.600 per liter.

GORONTALO — Kenaikan ini merupakan konsekuensi dari fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. Berbeda dengan BBM subsidi yang dijaga pemerintah, harga BBM nonsubsidi bergerak mengikuti kondisi pasar.

Kenaikan terbesar terjadi pada Pertamina Dex. BBM diesel beroktan tinggi ini melonjak dari Rp21.150 menjadi Rp25.200 per liter. Pengguna kendaraan diesel premium harus menyiapkan tambahan biaya Rp4.050 per liter.

Rincian Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi

Dexlite kini dibanderol Rp23.700 per liter, naik signifikan dari sebelumnya Rp19.700. Sementara itu, Pertamax Green 95 dengan campuran etanol naik dari Rp16.600 menjadi Rp19.150 per liter.

Menariknya, harga Pertamax justru tidak berubah. BBM RON 92 yang menjadi andalan masyarakat menengah ini tetap bertahan di posisi sebelumnya, berbeda dengan tren kenaikan produk nonsubsidi lainnya.

Harga Pertalite dan Biosolar Tetap Stabil

Kabar baiknya, dua BBM paling banyak dikonsumsi masyarakat—Pertalite dan Biosolar—tidak mengalami perubahan harga. Pertalite masih dijual Rp10.000 per liter, sementara Biosolar dipatok Rp6.800 per liter.

Kedua produk ini merupakan BBM bersubsidi yang penetapan harganya diatur langsung pemerintah melalui Kementerian ESDM. Tujuannya jelas: menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi di tengah gejolak harga energi global.

Namun, penyaluran BBM subsidi kerap menjadi sorotan karena rawan penyalahgunaan. Belum lama ini, Polda Jawa Tengah membongkar tiga kasus penyalahgunaan LPG dan BBM subsidi yang merugikan negara hingga Rp10,8 miliar. Praktik ilegal semacam ini menjadi tantangan serius dalam pendistribusian energi bersubsidi.

Dampak ke Masyarakat dan Distribusi

Kenaikan harga BBM nonsubsidi dipastikan berdampak pada biaya operasional sektor transportasi dan logistik yang menggunakan solar industri. Namun, karena harga Pertalite dan Biosolar tidak berubah, dampaknya terhadap harga kebutuhan pokok diperkirakan tidak terlalu besar.

Faktor alam juga turut memengaruhi kelancaran distribusi BBM. Kemarau panjang yang menyebabkan Sungai Mahakam surut sempat mengganggu pengiriman BBM dan bahan pokok di Kalimantan Timur. Rantai pasok energi masih sangat rentan terhadap kondisi cuaca.

Dengan skema harga yang terus berfluktuasi, konsumen disarankan memantau perkembangan harga melalui aplikasi MyPertamina atau situs resmi perusahaan sebelum membeli dalam jumlah besar.

Reporter: Eri Subagio
Sumber: inews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top