GORONTALO — Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail memberi peringatan tegas kepada jajarannya: OPD yang bekerja keras tetapi bungkam soal kinerja sama saja dengan tidak bekerja di mata publik. Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Gorontalo, Trizal Entenfo, saat mengimbau seluruh perangkat daerah untuk menggenjot publikasi kegiatan.
“Sebab sekarang sudah era internet, masyarakat dengan mudah mengakses informasi. Jangan sampai OPD berkinerja tinggi tapi karena tidak sering menginformasikan kinerjanya justru dianggap oleh publik tidak bekerja. Ini menjadi salah satu atensi pimpinan,” jelas Trizal, Jumat (4/9/2026).
Menurut Trizal, laporan program kegiatan selama ini kerap berhenti di meja pimpinan dan berujung menjadi arsip semata. Padahal, informasi tersebut hakikatnya ditujukan untuk konsumsi masyarakat. Lewat publikasi yang masif, warga bisa memantau apa yang akan, sedang, dan telah dikerjakan oleh setiap instansi.
Dinas Kominfotik sendiri telah menyiapkan kanal distribusi agar rilis OPD bisa menjangkau pembaca yang lebih luas. Fasilitas itu berupa kerja sama dengan sejumlah media online yang pembagiannya sudah diatur untuk setiap OPD. Namun, Trizal menekankan agar ruang publikasi yang ada tidak diisi dengan kegiatan seremonial belaka.
“Harapannya berita yang dipublikasi itu yang penting dan berdampak pada masyarakat. Jangan hanya ikut gerak jalan diberitakan, tidak seperti itu juga,” tandasnya.
Trizal mengakui jumlah berita yang tayang dari masing-masing OPD saat ini masih terbatas. Penyebabnya, alokasi anggaran kehumasan yang dimiliki instansi tidak besar. Karena itu, ia meminta setiap OPD untuk selektif memilih kegiatan yang layak dipublikasikan, yakni program yang menyentuh kepentingan publik secara langsung.
Keterbatasan anggaran tersebut tidak lantas membuat OPD kesulitan bersuara. Kominfotik memastikan ada dua kanal berita pemerintah yang bisa dipakai tanpa biaya sepeser pun. Keduanya adalah infopublik.id yang dikelola Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta rri.co.id milik Radio Republik Indonesia (RRI) Gorontalo.
Untuk menopang strategi publikasi ini, kesiapan sumber daya manusia dinilai sudah cukup baik. Kominfotik mengandalkan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di setiap OPD yang bertindak sebagai humas. Mereka rutin mendapatkan pelatihan jurnalistik agar mampu mengemas informasi program pemerintah menjadi berita yang layak tayang dan mudah dicerna publik.
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kualitas informasi yang disebar. Dengan kemampuan menulis yang mumpuni, PPID diharapkan tidak hanya sekadar melaporkan kegiatan, tetapi mampu menyorot dampak kebijakan terhadap masyarakat Gorontalo.