Gubernur Gorontalo Serahkan Berkas Usulan HB Jassin dan Aloei Saboe ke Menbud Fadli Zon untuk Gelar Pahlawan Nasional

Penulis: Eri Subagio  •  Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:12:01 WIB
Gubernur Gorontalo menyerahkan berkas usulan gelar Pahlawan Nasional untuk HB Jassin dan Aloei Saboe kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Jakarta, Senin (24/8/2026).

JAKARTA — Perjuangan dua tokoh asal Gorontalo untuk meraih gelar Pahlawan Nasional memasuki babak baru. Gubernur Gorontalo menyerahkan langsung berkas usulan Hans Bague (HB) Jassin dan Prof. Dr. dr. Aloei Saboe ke Kementerian Kebudayaan RI, Senin (24/8/2026).

Pertemuan berlangsung di Kantor Kementerian Kebudayaan RI, Kompleks Kemendikbud, Gedung E, Senayan, Jakarta Pusat. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menerima langsung dokumen tersebut.

Fadli Zon tidak hanya menjabat sebagai Menteri Kebudayaan. Ia juga memegang posisi Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK). Berkas usulan dari Gorontalo ini mendarat langsung di tangan pengambil keputusan kunci di tingkat pusat.

Perjuangan Bukan Semalam: Riset Sejarah hingga Seminar Nasional

Penyerahan berkas ini bukan proses dadakan. Pemprov Gorontalo bersama Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) telah mengawal usulan ini sejak tahun lalu.

Rangkaiannya panjang: riset sejarah yang mendalam, pengumpulan syarat formal, hingga menggelar seminar nasional. Semua dilakukan untuk memastikan rekam jejak kedua tokoh bersih tanpa celah sesuai regulasi negara.

Proses Seleksi di Pusat: Verifikasi hingga Sidang Dewan Gelar

Fadli Zon menyambut hangat dokumen ini. Ia menjelaskan, penentuan gelar Pahlawan Nasional melewati jalur yang sangat ketat.

Dokumen yang masuk akan diverifikasi secara administrasi dan substantif di tingkat pusat. Sebagai Ketua Dewan Gelar, Fadli Zon nantinya memimpin sidang objektif bersama sejarawan dan pakar ahli untuk menimbang kelayakan kedua tokoh.

Hasil rekomendasi dari Dewan Gelar kemudian diserahkan langsung kepada Presiden RI selaku pemegang keputusan final penganugerahan.

HB Jassin: Paus Sastra Indonesia yang Berjasa bagi Literasi

HB Jassin dikenal luas dengan julukan "Paus Sastra Indonesia". Ia adalah kritikus sastra legendaris yang karyanya menjadi fondasi perkembangan kesusastraan modern di Indonesia.

Dedikasinya terhadap dunia literasi tidak perlu diragukan. Ia mendokumentasikan dan mengkaji ribuan karya sastra, menjadikannya rujukan utama bagi para peneliti dan akademisi hingga hari ini.

Aloei Saboe: Dokter Pejuang di Era Kemerdekaan

Prof. Dr. dr. Aloei Saboe adalah sosok yang mendedikasikan hidupnya untuk dunia kesehatan di masa-masa sulit era kemerdekaan. Ia merupakan simbol bahwa perjuangan tidak selalu identik dengan angkat senjata.

Pengabdiannya di bidang medis menjadi teladan nyata bagi generasi penerus, khususnya para tenaga kesehatan di Gorontalo dan Indonesia.

Dampak Pengakuan: Lebih dari Sekadar Kebanggaan Daerah

Jika usulan ini lolos, dampaknya akan terasa luas. Bukan hanya bagi warga Gorontalo, tetapi juga seluruh masyarakat Indonesia.

HB Jassin dan dr. Aloei Saboe adalah bukti nyata bahwa pahlawan tidak hanya berjuang di medan perang. Pengakuan nasional ini diharapkan mampu memicu semangat literasi, pelayanan medis, serta rasa cinta tanah air bagi generasi muda di era digital.

Keputusan akhir kini menunggu proses di tingkat pusat. Seluruh mata warga Gorontalo tertuju pada hasil sidang Dewan Gelar yang akan menentukan nasib kedua tokoh kebanggaan daerah tersebut.

Reporter: Eri Subagio
Sumber: read.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top