Insiden tergelincirnya jet tempur Sukhoi di landasan pacu sisi barat (runway 13) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros, Sulawesi Selatan, mengganggu sementara operasional penerbangan di bandara tersebut. Pihak bandara bersama TNI AU saat ini masih melakukan penanganan terhadap pesawat tempur yang keluar dari jalur landasan tersebut.
MAROS — Video berdurasi pendek yang memperlihatkan jet tempur Sukhoi berada di area landasan pacu Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menyebar luas di media sosial dan aplikasi perpesanan WhatsApp pada Senin. Para pengguna jalan poros Kabupaten Maros dan Kota Makassar menjadi saksi pertama keberadaan pesawat tempur tersebut di luar jalur runway yang semestinya.
PGS Branch Communication & CSR Department Head Bandara Sultan Hasanuddin, Taufan Yudhistira, membenarkan kejadian tersebut. "Berdasarkan video viral di media sosial, kami sampaikan bahwa memang terjadi hal tersebut di landasan pacu sisi barat (runway 13) di Bandara Sultan Hasanuddin," ujarnya di Makassar, Senin.
Meski salah satu runway terganggu, Taufan memastikan operasional bandara dan penerbangan tetap berjalan lancar. Pihaknya mengalihkan seluruh aktivitas penerbangan ke landasan pacu sisi utara-selatan (runway 03-21) selama proses evakuasi dan penanganan jet tempur berlangsung.
"Operasional penerbangan menggunakan landasan pacu sisi utara-selatan (runway 03-21). Saat ini masih dilakukan penanganan," kata Taufan.
Proses penanganan insiden ini melibatkan personel gabungan dari pihak bandara dan TNI Angkatan Udara (AU) setempat. Hingga berita ini diturunkan, TNI AU belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab tergelincirnya pesawat tempur tersebut.
Insiden ini menjadi perhatian publik mengingat Bandara Sultan Hasanuddin merupakan salah satu bandara tersibuk di kawasan Indonesia Timur, melayani penerbangan domestik dan internasional dengan frekuensi tinggi setiap harinya.