Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo menggelar workshop pembinaan kesehatan keluarga untuk ketua dan pengurus PKK kabupaten se-Provinsi Gorontalo, Jumat (21/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Gubernur ini dibuka langsung oleh Ketua TP PKK Nani Ismail Mokodongan dan mengusung tema "Sehat dan Cerdas melalui Gerakan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga".
KOTA GORONTALO — Ketua TP PKK Provinsi Gorontalo, Nani Ismail Mokodongan, meminta para pengurus PKK kabupaten untuk aktif bertanya hingga tuntas selama workshop berlangsung. Menurutnya, pengurus PKK adalah ujung tombak pelayanan masyarakat di tingkat desa dan rumah tangga.
"Kami mengharapkan kepada ibu-ibu PKK kabupaten, bertanyalah sebanyak mungkin, bertanyalah sampai ke akar-akarnya karena tim penggerak PKK merupakan ujung tombak yang akan melayani masyarakat se Provinsi Gorontalo," ujar Nani dalam sambutannya.
Workshop yang diinisiasi oleh Pokja IV ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan pengurus sekaligus mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan keluarga. Pokja IV sendiri memegang tanggung jawab khusus pada bidang kesehatan dan kelestarian lingkungan hidup.
Nani menegaskan bahwa kesehatan keluarga merupakan fondasi utama bagi lahirnya generasi penerus yang berkualitas. Ia menyebut masalah kesehatan bukan persoalan sederhana karena menyangkut masa depan anak-anak di Provinsi Gorontalo.
"Masalah kesehatan bukan persoalan yang sederhana. Ini merupakan fondasi utama bagi terciptanya generasi penerus yang berkualitas, keluarga yang sehat dan akan melahirkan anak-anak yang sehat dan cerdas," kata Nani.
Kegiatan ini turut menghadirkan sejumlah pemateri dari instansi terkait. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Anang S. Otoluwa, Kepala Dinas PPPA Provinsi Gorontalo Yana Yanti Suleman, Ketua Tim Kerja Stunting Yustianti Monoarfa, serta Kepala Bidang Pemerintahan BAPPPEDA Provinsi Gorontalo hadir memberikan materi.
Nani menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara TP PKK, pemerintah, serta berbagai pihak dalam menjalankan program kesehatan keluarga. Kolaborasi tersebut diperlukan agar program dapat berjalan terkoordinasi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Kehadiran pemateri dari dinas teknis diharapkan mampu menjembatani pengetahuan pengurus PKK dengan kebijakan pemerintah daerah. Dengan begitu, program kesehatan keluarga yang dijalankan di kabupaten-kabupaten bisa selaras dengan program prioritas provinsi.
Nani mengingatkan bahwa pengurus PKK memiliki peran strategis sebagai motivator dan penggerak masyarakat hingga tingkat desa. Workshop ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan kualitas pengurus TP PKK dalam menjalankan program kesehatan keluarga.
Melalui pembekalan ini, para pengurus diharapkan mampu menerjemahkan materi yang diperoleh menjadi aksi nyata di lapangan. Target akhirnya adalah tercipta keluarga-keluarga sehat yang melahirkan generasi cerdas di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo.