GORONTALO — Revitalisasi fasilitas layanan publik menjadi sorotan utama dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Provinsi Gorontalo Tahun 1447 H/2026 M yang baru saja berakhir. Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Gorontalo menegaskan pembenahan fisik ini difokuskan untuk mengakomodasi kebutuhan jemaah lanjut usia (lansia). Tujuannya agar mereka merasa lebih aman dan nyaman selama menjalani proses ibadah.
Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenhaj Provinsi Gorontalo, H. Muhaiminul Aziz Yunus, yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Pelaksana, menyebut forum ini menjadi ajang strategis menyusun langkah perbaikan menghadapi penyelenggaraan haji berikutnya. "Alhamdulillah, pelaksanaan Rakerwil berjalan lancar dan melahirkan sejumlah rekomendasi yang kita sepakati bersama demi perbaikan penyelenggaraan ibadah haji tahun depan," ujarnya.
Di tengah fokus pada pembenahan fasilitas, Rakerwil juga mengapresiasi sejumlah capaian positif Kanwil Kemenhaj Gorontalo. Dua penghargaan dari Kemenhaj pusat dinilai sebagai modal penting yang harus terus dijaga dan ditingkatkan kualitasnya.
"Dua penghargaan dari Kemenhaj, terkait penyerapan kuota 100 persen dan pengawasan istitha'ah kesehatan jemaah, tentu harus kita pertahankan dan terus kita tingkatkan," tegas Muhaiminul. Capaian ini menunjukkan manajemen pemberangkatan dan pemantauan kesehatan jemaah asal Gorontalo telah berjalan sesuai standar nasional.
Perhatian khusus dalam Rakerwil kali ini tertuju pada kebutuhan pembenahan fasilitas pelayanan yang lebih inklusif. Kanwil Kemenhaj Gorontalo menyadari jemaah haji memiliki kondisi fisik yang beragam. Sarana dan prasarana yang ada harus mampu mengakomodasi seluruh kalangan tanpa terkecuali.
"Menjadi perhatian khusus adalah revitalisasi sarana dan prasarana layanan publik, berupa pembenahan fisik agar para jemaah, khususnya lanjut usia, merasa lebih nyaman," jelasnya. Langkah ini diharapkan mengurangi risiko kelelahan dan mempermudah mobilitas jemaah lansia selama berada di asrama haji maupun saat proses embarkasi.
Muhaiminul menegaskan rekomendasi yang dihasilkan dalam Rakerwil tidak boleh berhenti sebagai dokumen evaluasi semata. Seluruh poin yang telah disepakati wajib diterjemahkan ke dalam program kerja yang konkret dan terukur. Dengan demikian, manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh calon jemaah haji Gorontalo.
Hasil evaluasi penyelenggaraan haji 2026 tersebut diharapkan menjadi pijakan bagi Kemenhaj Gorontalo untuk memperkuat kualitas pelayanan. Penyelenggaraan ibadah haji ke depan diharapkan semakin nyaman, inklusif, dan berorientasi penuh pada kebutuhan jemaah, baik dari sisi kesehatan, kenyamanan, maupun aksesibilitas fasilitas publik.