MAKASSAR — Kepala Kanwil Kemenhaj Gorontalo, Mansur Basir, menutup Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026 dengan menegaskan bahwa seluruh jajaran harus bergerak cepat. Tiga prinsip yang ia sampaikan menjadi fondasi untuk menghadapi tantangan peningkatan jumlah pendaftar haji di daerah tersebut.
“Jangan sampai setelah Rakerwil kita hanya berhenti dan bersandar. Kita harus langsung berlayar menjalankan seluruh hasil yang telah disepakati,” ujar Mansur di atas Kapal Pinisi, Makassar, baru-baru ini.
Pemilihan Kapal Pinisi sebagai lokasi penutupan bukan sekadar simbolis. Mansur menjelaskan, hal ini menggambarkan semangat bergerak bersama menuju tujuan besar, yakni menghadirkan layanan haji yang semakin profesional bagi masyarakat Gorontalo.
Prinsip pertama yang ia tekankan adalah understanding what you are doing, yakni memahami regulasi, tugas, dan fungsi masing-masing secara utuh. Prinsip kedua, focus on what you are doing, menekankan pentingnya memusatkan perhatian pada tugas tanpa mudah terdistraksi.
Adapun prinsip ketiga, consistently what you are doing, berarti menjaga ritme, disiplin, dan kualitas kerja secara berkelanjutan hingga seluruh target tercapai.
Mansur menyoroti perlunya edukasi yang lebih intensif untuk meningkatkan minat masyarakat mendaftar haji. Saat ini, tercatat sekitar 16 ribu warga Gorontalo telah mendaftar sebagai calon jemaah haji, namun angka tersebut dinilai masih perlu terus ditingkatkan.
Selain pendekatan langsung, ia meminta seluruh jajaran mengoptimalkan media digital seperti Facebook, Instagram, dan TikTok. Publikasi yang aktif dan profesional dinilai penting untuk meluruskan kesalahpahaman masyarakat terkait Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih), subsidi nilai manfaat dari BPKH, serta skema pembiayaan haji secara menyeluruh.
“Edukasi harus dilakukan secara intensif agar masyarakat memperoleh informasi yang benar dan semakin yakin untuk mendaftar haji,” pungkas Mansur.