POHUWATO — Boyke P. Abidin memimpin langsung jalannya upacara bendera yang diikuti jajaran manajemen, karyawan, serta personel Brimob Polda Gorontalo dan Brigif 22 Otamanasa. Kehadiran Purna Paskibraka Indonesia dan Patroli Keamanan Sekolah Kabupaten Pohuwato turut mewarnai jalannya upacara yang berlangsung khidmat di area tambang tersebut.
Di hadapan para peserta upacara, Boyke menyampaikan bahwa perjuangan di masa kini tidak lagi diwujudkan dengan mengangkat senjata. Menurutnya, para pekerja tambang mengangkat tanggung jawab dengan mengoperasikan alat-alat raksasa dan menembus perut bumi untuk mengangkat martabat Indonesia.
"Tidak ada satu gram emas pun yang lebih berharga daripada satu nyawa manusia. Jika emas bisa dicari kembali, maka nyawa tidak akan pernah bisa diganti," tegas Boyke di hadapan para karyawan.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keselamatan bukan sekadar prosedur atau aturan perusahaan, melainkan bentuk penghormatan terhadap kehidupan dan keluarga para pekerja. Boyke mengajak seluruh karyawan membangun budaya saling peduli dan berani mengambil tindakan apabila menemukan kondisi yang tidak aman di lingkungan kerja.
Boyke mendorong setiap insan perusahaan menjadi pahlawan dengan cara yang berbeda. Ia menyebut pahlawan adalah mereka yang berani berkata "stop" saat menemukan kondisi tidak aman, berani mengingatkan rekan kerja meskipun itu sahabat sendiri, dan lebih memilih terlambat lima menit daripada kehilangan satu nyawa.
Semangat kepahlawanan tersebut, lanjut Boyke, dapat diwujudkan setiap hari melalui keputusan yang benar, komunikasi yang jujur, kepedulian terhadap rekan kerja, serta keberanian menempatkan keselamatan di atas target maupun kepentingan lainnya.
Selain keselamatan, Boyke juga menekankan pentingnya kolaborasi dan komunikasi dalam menjalankan kegiatan operasional pertambangan. Ia menegaskan tidak ada departemen yang paling hebat atau jabatan yang paling penting dalam perusahaan.
"Yang ada hanyalah Satu Tim, Satu Tujuan, Satu Tanggung Jawab," ujarnya.
Menurut Boyke, para pekerja tambang memiliki peran lebih besar dari sekadar menjalankan pekerjaan operasional. Mereka merupakan bagian dari upaya menjaga dan mengelola kekayaan alam Indonesia yang berada di tanah Gorontalo.
"Jangan pernah berpikir kita hanya pekerja tambang. Kita adalah salah satu penjaga kekayaan negeri ini yang ada di Pohuwato, dari tanah Gorontalo yang diberkahi ini. Kita mengubah sumber daya menjadi harapan. Kita mengubah batuan menjadi nilai untuk bangsa," papar Boyke.
Ia mengajak seluruh karyawan menerjemahkan semangat kemerdekaan ke dalam setiap aktivitas pekerjaan, dengan terus bekerja secara profesional sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat, daerah, dan bangsa.
Rangkaian upacara kemudian ditutup dengan berbagai lomba dan permainan tradisional yang melibatkan karyawan serta keluarga besar Pani Gold Mine. Kegiatan tersebut digelar untuk menciptakan suasana perayaan yang meriah sekaligus mempererat kebersamaan antarinsan perusahaan.
Melalui peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia ini, Pani Gold Mine menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan kegiatan pertambangan yang aman, profesional, dan bertanggung jawab di Kabupaten Pohuwato.