PLN Pulihkan 11 Gardu Induk di Flores, 29 Desa Masih Terisolasi Akibat Longsor

Penulis: Haris Maulana  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 11:44:02 WIB
Petugas PLN memeriksa gardu induk yang baru dipulihkan di Pulau Flores, NTT, Senin (17/8/2026).

GORONTALO — Dua hari setelah gempa dahsyat meluluhlantakkan sebagian wilayah NTT, PLN memastikan sistem kelistrikan utama di Flores telah menyala kembali. Namun, pekerjaan berat masih menanti: puluhan desa terpencil belum bisa dijangkau karena infrastruktur jalan rusak parah akibat bencana dan tanah longsor susulan.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan, hingga Ahad malam, 16 Agustus 2026, sebanyak 11 gardu induk telah beroperasi normal. Meski demikian, ia menegaskan tugas belum selesai karena aliran listrik harus dipulihkan hingga ke rumah-rumah warga.

"Pasokan utama kelistrikan Flores sudah kembali dalam kondisi normal," kata Darmawan dalam keterangan resmi, Senin, 17 Agustus 2026.

29 Desa Masih Gelap, Akses Jadi Hambatan Utama

Dari 1.557 desa yang tersebar di Pulau Flores, PLN mencatat 29 desa belum bisa dipulihkan. Kondisi geografis yang sulit ditambah tertutupnya akses jalan membuat tim teknis kesulitan melakukan perbaikan jaringan.

"Beberapa di antaranya terkendala akses karena kondisi pascabencana dan ada yang masih terisolir," ujar Darmawan.

Kerusakan tidak hanya terjadi pada gardu induk, tetapi juga pada tiang listrik dan jaringan distribusi yang lebih dekat dengan pelanggan. Setiap titik harus diperiksa menyeluruh sebelum dialiri listrik kembali demi keselamatan warga dan petugas di lapangan.

Petugas Disiagakan, Penormalan Bertahap Sesuai Kondisi

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur F. Eko Sulistyono mengatakan personelnya masih bersiaga penuh di sejumlah titik terdampak. Proses asesmen, penggantian infrastruktur rusak, dan penormalan terus berjalan mengikuti perkembangan kondisi keamanan di lokasi bencana.

"Kami terus mengupayakan agar seluruh pekerjaan dapat diselesaikan secepat mungkin," kata Eko.

PLN menegaskan pemulihan tidak dilakukan terburu-buru. Setiap jaringan yang akan dialiri listrik harus dipastikan aman terlebih dahulu, mengingat risiko korsleting dan bahaya lain bagi masyarakat yang tengah dalam masa tanggap darurat.

Pertamina Ajak Konsumen BBM Ikut Menyumbang

Di tengah upaya pemulihan infrastruktur oleh PLN, Pertamina Patra Niaga menghadirkan skema bantuan yang melibatkan partisipasi masyarakat luas. Melalui aplikasi MyPertamina, perusahaan menyisihkan Rp81 dari setiap pembelian satu liter Pertamax Series dan Dex Series selama periode 17-31 Agustus 2026.

Dana yang terkumpul dari mekanisme ini akan disalurkan untuk membantu warga terdampak bencana di NTT. Artinya, konsumen yang mengisi BBM nonsubsidi di periode tersebut secara otomatis turut berkontribusi pada upaya kemanusiaan tanpa perlu melakukan transaksi donasi terpisah.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menjelaskan, inisiatif ini dirancang agar setiap liter BBM yang dibeli masyarakat memiliki dampak sosial.

"Satu liter yang kita beli bukan hanya menjadi energi untuk perjalanan, tetapi juga bisa menjadi bagian dari harapan bagi saudara kita di NTT," ujar Kitty.

Informasi lengkap mengenai program donasi ini dapat diakses melalui aplikasi MyPertamina atau menghubungi Pertamina Contact Center 135. Program berjalan paralel dengan proses rehabilitasi infrastruktur dan pemulihan layanan dasar di wilayah terdampak gempa.

Reporter: Haris Maulana
Sumber: gokepri.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top