Dewi Sukarno Sebut Halaman Luas Antara Istana Negara dan Merdeka Kini Berubah Jadi Gedung

Penulis: Ivan Setiawan  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 10:54:31 WIB
Halaman antara Istana Negara dan Istana Merdeka yang dulu terbuka luas kini tertutup bangunan baru, menurut Dewi Sukarno.

GORONTALO — Dewi Sukarno, yang akrab disapa dengan nama asli Naoko Nemoto, menyampaikan kekagetannya usai mengikuti rangkaian upacara peringatan detik-detik proklamasi di Istana Merdeka. Kepada awak media, ia mengaku wajah istana yang ia lihat kini jauh berbeda dari memorinya saat mendampingi Presiden Sukarno pada era 1960-an.

"Saya kaget sekali, istananya sudah ganti banyak ya. Ada gedung yang dulu tidak ada," ujar Dewi dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Lahan Terbuka yang Kini Berdiri Tegak

Perubahan paling signifikan yang ia soroti adalah area di antara dua bangunan bersejarah, yakni Istana Negara dan Istana Merdeka. Dewi mengingat ruang terbuka hijau yang membentang luas di antara keduanya, yang kini sudah tidak terlihat lagi karena tertutup konstruksi bangunan baru.

"Dulu antara Istana Negara dan Istana Merdeka ada halaman yang besar, sekarang ada gedung," katanya.

Meski tidak merinci fungsi bangunan baru tersebut, pernyataan Dewi merefleksikan transformasi besar tata ruang kawasan simbol kekuasaan eksekutif yang telah berlangsung puluhan tahun. Area yang dulu difungsikan sebagai ruang terbuka kini telah dimanfaatkan untuk mendukung operasional kepresidenan yang semakin kompleks.

Pesan Singkat di Usia Republik ke-81

Di sela-sela perbincangan soal nostalgia tata ruang istana, Dewi Sukarno juga menyampaikan harapannya terhadap arah pembangunan bangsa. Ia memilih merangkum doanya dalam satu kalimat pendek yang lugas.

"Selalu maju sekali," katanya menanggapi pertanyaan mengenai harapan untuk Indonesia di momentum kemerdekaan tahun ini.

Kehadiran Dewi Sukarno dalam upacara 17 Agustus kali ini menjadi salah satu momen yang menyita perhatian, mengingat ia merupakan salah satu saksi hidup dari era awal kemerdekaan. Istri ketiga Presiden Sukarno itu memang kerap pulang ke Indonesia untuk mengenang masa lalu dan berziarah ke makam sang suami di Blitar, Jawa Timur.

Sejak era reformasi, Istana Kepresidenan Jakarta memang telah mengalami beberapa kali renovasi dan penambahan fasilitas untuk menunjang kegiatan kenegaraan. Namun, bagi generasi yang pernah hidup di era orde lama, perubahan tersebut tetap meninggalkan kesan tersendiri tentang bagaimana sejarah dan modernitas berjalan beriringan di kompleks yang sama.

Reporter: Ivan Setiawan
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top