GORONTALO — Strategi ini diumumkan langsung dalam business briefing Honda di Jepang, hari ini. Targetnya ambisius: membalikkan kerugian menjadi rekor profit pada tahun fiskal 2029. Pasar utama yang menjadi sasaran tembak adalah Amerika Serikat, di mana Honda akan memperkenalkan sedan hybrid segmen D dan mobil hybrid berukuran lebih besar mulai 2029.
Salah satu model yang diperlihatkan sebagai pertanda era baru adalah Hybrid Sedan Prototype. Mobil fastback empat pintu ini mengusung logo H terbaru, lampu depan split dengan DRL alis ganda, serta garis atap landai khas coupe. Model ini dijadwalkan mulai dijual dalam dua tahun ke depan.
Bersamaan dengan sedan tersebut, Honda juga memamerkan Acura Hybrid SUV Prototype yang dirancang untuk menyegarkan lini premium mereka di Amerika Serikat. Kedua prototipe ini menjadi bukti pergeseran prioritas Honda dari EV ke teknologi hybrid yang saat ini lebih diminati pasar.
Untuk pasar global, Honda telah mengonfirmasi bahwa HR-V generasi terbaru (dikenal sebagai Vezel di Jepang) akan meluncur pada tahun 2028. Model ini akan menjadi yang pertama mengusung generasi terbaru powertrain hybrid e:HEV yang diklaim 10 persen lebih irit bahan bakar dibandingkan sistem saat ini.
Tak hanya mesin, HR-V 2028 juga akan menjadi pionir untuk sistem Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) generasi anyar Honda. Teknologi ini rencananya akan diterapkan di 15 model lain dalam lima tahun ke depan. Menariknya, sistem infotainment Asimo OS yang semula dikembangkan untuk jajaran EV 0 Series yang dibatalkan, justru akan dialihkan ke model-model hybrid ini.
Untuk menekan biaya, Honda menerapkan strategi "Triple Half" yang bertujuan memangkas biaya pengembangan, waktu pengerjaan, dan beban kerja hingga setengahnya dibandingkan level 2025. Caranya dengan standarisasi komponen dan meniru pendekatan pabrikan China serta India yang lebih efisien.
Langkah konkret lainnya adalah menghentikan produksi baterai EV secara mandiri. Pabrik joint venture baterai EV dengan LG di Ohio, L-H Battery, akan dialihfungsikan untuk memproduksi baterai hybrid. Di China, Honda akan memanfaatkan platform mobil lokal untuk membangun kendaraan energi baru (NEV), serupa dengan strategi Nissan.
Perombakan besar juga dilakukan di internal. Divisi R&D Honda akan menyerap kembali unit pengembangan mobil dan operasional mobil yang sempat dipisahkan pada 2020. Langkah ini diambil agar perusahaan lebih gesit merespons perubahan pasar, dan secara resmi telah berlaku sejak 1 April lalu.
Untuk India, Honda akan meluncurkan model-model "strategis" baru mulai 2028, termasuk di segmen sub-4 meter dan ukuran medium. Langkah ini bertujuan untuk menjaring konsumen dari divisi motor Honda yang menjual hampir enam juta unit roda dua setiap tahunnya di negara tersebut.