GORONTALO — BYD Seagull generasi kedua, yang di Indonesia dijual sebagai Atto 1, resmi membuka pemesanan awal di China dengan uang tanda jadi 2.000 yuan atau sekitar Rp5,4 juta. Perombakan terbesar ada pada perpindahan motor listrik ke as belakang, meninggalkan konfigurasi penggerak roda depan yang dipakai generasi pertama. BYD Motor Indonesia memastikan model ini belum masuk rencana untuk pasar Tanah Air.
Pemesanan awal Atto 1 terbaru sudah dibuka di China. Harga jualnya diperkirakan masih di bawah 100.000 yuan atau sekitar Rp267,9 juta, menempatkannya di segmen mobil listrik kompak yang bersaing ketat dengan Geely EX2.
Data spesifikasi yang dihimpun dari Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT) memperlihatkan perubahan mendasar pada platform. Generasi pertama memakai motor depan 55 kW, sedangkan generasi kedua memindahkan motor ke as belakang dengan tenaga 95 kW atau setara 127 hp.
Tenaga Naik 40 kW dan Kecepatan Maksimal 150 Km per Jam
Kenaikan tenaga mencapai 40 kW dibanding model sebelumnya. Kecepatan maksimalnya kini menyentuh 150 km per jam berdasarkan catatan MIIT.
Perpindahan motor ke belakang membuka ruang di depan yang kini difungsikan sebagai bagasi tambahan berkapasitas 94 liter. Bagasi belakang menampung hingga 1.380 liter saat jok baris kedua dilipat.
Perubahan lain menyentuh sektor kaki-kaki. Suspensi belakang yang sebelumnya memakai torsion beam diganti model independen multi-link, sementara ukuran ban naik ke 205/60 R16.
Dimensi Bertambah Panjang 425 mm
Bodinya kini lebih besar dari generasi pertama. Panjangnya bertambah 425 mm menjadi 4.205 mm, dengan lebar 1.810 mm, tinggi 1.570 mm, dan sumbu roda 2.650 mm.
Baterai tersedia dalam dua pilihan kapasitas, 30 kWh dan 39,2 kWh. Jarak tempuhnya mencapai 320 hingga 420 km versi CLTC, atau setara 262 hingga 344 km versi WLTP.
Mobil ini diperkirakan mendukung flash charging yang bisa mengisi daya dari 10 hingga 97 persen dalam sembilan menit. Varian teratasnya disebut berpotensi memakai Blade Battery generasi kedua, meski BYD belum mengonfirmasi hal tersebut secara resmi.
Layar Mengambang 3/7 dan Jok Pengemudi dengan Fungsi Pijat
Kabin lima penumpangnya memakai layar mengambang berproporsi 3/7. Sisi kiri berfungsi sebagai panel instrumen, sedangkan sisi kanan menangani navigasi dan musik. Perlu dicatat, mobil di China memakai setir kiri.
Setir bermodel dua palang dengan bagian bawah rata. Konsol tengah dilengkapi sakelar fisik, pengisi daya nirkabel, dan dua tempat gelas tersusun vertikal.
Jok depan sudah bisa diatur elektrik. Kursi pengemudi mendapat fungsi pijat, ditemani lampu ambien multiwarna, dua laci di bawah jok baris kedua, kisi AC belakang yang bisa diatur, serta tombol magnetis.
Gagang Pintu Semi-Tersembunyi dan Opsi LiDAR DiPilot 300
Dari luar, gagang pintu mekanis semi-tersembunyi menggantikan model pop-out yang dipakai generasi pertama. Bagian belakang memakai lampu terbelah, spoiler atap besar, dan diffuser.
Warna yang tersedia ada enam: hijau, oranye, putih, merah muda, biru, dan abu-abu. Opsi LiDAR di atap disiapkan untuk sistem bantuan berkendara DiPilot 300 (God's Eye B) Level 2.
Belum Ada Rencana Masuk Indonesia
Meski sudah bisa dipesan di China, BYD Motor Indonesia menyatakan belum ada rencana membawa model ini ke Tanah Air.
"BYD Atto 1 terbaru sampai saat ini masih spesifik dipersiapkan untuk pasar China. Belum ada informasi untuk dibawa ke pasar di luar sana," kata Head of PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan, Senin (12/10).
Pernyataan itu menutup peluang Atto 1 generasi kedua masuk ke dealer Indonesia dalam waktu dekat. Pemilik Atto 1 generasi pertama di Tanah Air masih akan memakai model yang sudah beredar saat ini.