Tim gabungan TNI, Polri, BNN, dan petugas internal mengamankan sejumlah barang berbahaya dari kamar warga binaan saat razia mendadak di Lapas Kelas II A Gorontalo, Kota Gorontalo. Barang yang disita antara lain korek api berbahan gas, sendok, dan sejumlah peralatan yang dinilai rawan disalahgunakan. Razia digelar tanpa pemberitahuan lebih dulu agar warga binaan tidak sempat menyembunyikan barang terlarang.
GORONTALO — Tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan petugas internal menggelar razia mendadak di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Gorontalo, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Penggeledahan menyisir kamar-kamar warga binaan dan mengamankan sejumlah benda yang tidak seharusnya berada di dalam sel.
Kapolsek Kota Selatan Inspektur Satu Dedi Maadi menyatakan langkah taktis tersebut dilakukan untuk menjaga dan mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban di dalam lingkungan Lapas.
"Dari hasil penggeledahan di kamar-kamar warga binaan, petugas menemukan dan mengamankan sejumlah benda berbahaya yang tidak seharusnya berada di dalam sel," kata Dedi.
Korek Gas hingga Sendok Disita dari Kamar Warga Binaan
Beberapa jenis barang yang ditemukan, seperti korek api berbahan gas, sendok, dan benda-benda atau peralatan yang dinilai memungkinkan digunakan untuk melakukan hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Alasan diamankan barang-barang tersebut, kata dia, karena dianggap sangat rawan dan berpotensi disalahgunakan oleh warga binaan jika dibiarkan begitu saja di dalam sel.
Menurutnya penertiban tersebut untuk menekan risiko terjadinya insiden, yang dapat mengancam situasi keamanan dan ketertiban umum di lingkungan warga binaan pemasyarakatan secara berkelanjutan.
Mengapa Razia Digelar Tanpa Pemberitahuan Lebih Dulu
Tindakan pencegahan dini tersebut menyisir habis barang-barang terlarang, demi memastikan Lapas setempat dalam kondisi yang aman dan terkendali.
Oleh sebab itu, kata dia, razia dilakukan secara dadakan sehingga warga binaan tidak memiliki peluang untuk menyembunyikan barang-barang yang dilarang berada di dalam sel.
Ia mengatakan di samping melakukan penggeledahan, tim gabungan juga menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban kepada warga binaan, serta ajakan dalam mempererat silaturahmi agar situasi di dalam lingkungan Lapas selalu dalam keadaan aman dan kondusif.
Razia Rutin Jadi Komitmen Lintas Instansi
"Ke depan, seluruh pihak berkomitmen untuk bersinergi dan melaksanakan kegiatan seperti ini secara rutin, demi menjaga stabilitas keamanan lingkungan lapas," imbuhnya.
Razia gabungan melibatkan empat unsur sekaligus — TNI, Polri, BNN, dan petugas internal Lapas — menandakan penertiban keamanan di dalam lapas tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Pola penggeledahan mendadak dipilih agar pengawasan terhadap barang terlarang di dalam sel tetap berjalan efektif.