Pencarian

Dinkes P2KB Gorontalo Safari Program HIV dan IMS di Enam Kabupaten/Kota, Fokus PPIA hingga Perluasan Layanan PrEP

Kamis, 10 September 2026 • 12:43:32 WIB
Dinkes P2KB Gorontalo Safari Program HIV dan IMS di Enam Kabupaten/Kota, Fokus PPIA hingga Perluasan Layanan PrEP
Petugas kesehatan mengikuti safari program HIV dan IMS Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo di Kabupaten Gorontalo Utara.

Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo menggelar safari program HIV dan infeksi menular seksual (IMS) di enam kabupaten/kota sepanjang Mei hingga awal September 2026. Kegiatan yang digagas Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) itu menyasar petugas kesehatan di puskesmas dan rumah sakit, dengan materi yang disesuaikan dengan persoalan masing-masing daerah.

GORONTALO — Safari program HIV dan IMS yang digelar Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo menyasar petugas kesehatan di puskesmas dan rumah sakit di enam kabupaten/kota. Kepala Bidang P2P Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo Erni Nuraini Mansur menyebut kegiatan itu berlangsung sejak Mei sampai awal September 2026.

Materi yang dibahas tidak seragam. Setiap daerah punya persoalan berbeda, sehingga agenda disusun mengikuti kebutuhan masing-masing wilayah.

Antusiasme datang dari kalangan pengelola program HIV, petugas kesehatan ibu dan anak (KIA), bidan koordinator, hingga tenaga kesehatan yang terlibat pelayanan HIV dan IMS.

Gorontalo Utara Jadi Titik Awal, 45 Peserta Terlibat

Rangkaian safari dibuka di Kabupaten Gorontalo Utara pada Mei 2026. Sebanyak 45 peserta dari pengelola program HIV dan petugas KIA mengikuti kegiatan tersebut.

Salah satu agenda utama yang dibahas adalah pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak (PPIA).

Pada bulan yang sama, kegiatan berlanjut ke Kabupaten Gorontalo dengan 50 peserta dari unsur pengelola HIV dan KIA. Pembahasan di wilayah ini mencakup pemanfaatan PrEP (pre-exposure prophylaxis) sebagai salah satu metode pencegahan HIV.

Kota Gorontalo hingga Boalemo, Fokus Berbeda di Tiap Daerah

Di Kota Gorontalo, safari berlangsung dengan dukungan Global Fund komponen AIDS. Agenda diarahkan pada proses re-input pasien dengan hasil tes HIV negatif ke dalam layanan PrEP, melibatkan seluruh pengelola program HIV se-Kota Gorontalo.

Kabupaten Pohuwato mendapat porsi berbeda. Sebanyak 16 pengelola program HIV membahas pemanfaatan menu Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) untuk mendukung deteksi dini dan tata laksana orang dengan HIV (ODHIV).

Di Kabupaten Bone Bolango, peserta terdiri dari pengelola program HIV dan bidan koordinator. Keterlibatan bidan dinilai penting karena pembahasan turut mempertimbangkan kondisi kesehatan ibu dan anak, khususnya di tengah meningkatnya angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di wilayah tersebut.

Rangkaian safari ditutup di Kabupaten Boalemo dengan melibatkan pengelola program HIV dari puskesmas dan rumah sakit se kabupaten itu. Agenda yang dibahas antara lain inisiasi perluasan layanan satelit PrEP untuk memperluas akses terhadap upaya pencegahan HIV.

Dinkes P2KB Buka Ruang Konsultasi dan Pendampingan

Erni mengapresiasi komitmen pemerintah kabupaten/kota dan seluruh tenaga kesehatan yang terlibat dalam safari tersebut.

"Kami mengapresiasi antusiasme dan komitmen seluruh kabupaten/kota. Setiap wilayah memiliki kondisi dan tantangan yang berbeda. Karena itu, pembahasan kami sesuaikan dengan kebutuhan daerah agar hasil pertemuan dapat ditindaklanjuti di fasilitas pelayanan kesehatan," katanya.

Menurut Erni, kolaborasi antara Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, dinas kesehatan kabupaten/kota, puskesmas dan rumah sakit menjadi faktor penting dalam keberlanjutan program HIV dan IMS.

Pengelola Layanan Kesehatan sekaligus Pengelola Program HIV dan IMS Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo Mohamad Ramdhan Ismail menilai safari itu menjadi kesempatan untuk melihat langsung kondisi pelaksanaan program di masing-masing daerah.

"Antusiasme petugas sangat baik. Kami dapat berdiskusi langsung mengenai persoalan yang dihadapi di lapangan, sekaligus mencari solusi yang sesuai dengan kondisi masing-masing kabupaten dan kota," katanya.

Ramdhan menegaskan pihaknya siap membuka ruang konsultasi, fasilitasi dan pendampingan bagi pengelola program di kabupaten/kota.

"Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk konsultasi, fasilitasi dan pendampingan. Harapannya, koordinasi antara provinsi dan kabupaten/kota semakin kuat sehingga setiap persoalan program dapat segera ditindaklanjuti," katanya.

Secara keseluruhan, pelaksanaan safari di enam kabupaten/kota berjalan baik dan terarah. Perbedaan fokus di setiap wilayah menunjukkan agenda disusun berdasarkan persoalan dan kebutuhan program yang ditemukan di lapangan.

Melalui kegiatan tersebut, Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo mendorong kesinambungan program HIV dan IMS, sekaligus memperkuat koordinasi antara pengelola program di tingkat provinsi, kabupaten/kota dan fasilitas pelayanan kesehatan.

Follow kabargorontalo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: gorontalo.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks