GORONTALO — Puluhan siswa SDN 56 Kota Timur, Kota Gorontalo, tampak antusias mengikuti edukasi perlindungan diri yang dibawakan personel Polwan Polresta Gorontalo Kota, Senin (24/8) pagi. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.30 WITA ini merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-78 Polwan Republik Indonesia.
Para srikandi Polri ini tidak sekadar berkunjung. Materi yang disampaikan fokus pada langkah-langkah menjaga diri dari ancaman pelecehan dan kekerasan seksual, dikemas dengan cara interaktif dan ramah anak.
Anak-Anak Diajarkan Berani Bersuara
Dalam pemaparannya, Polwan mengajarkan para siswa untuk mengenali berbagai bentuk kekerasan seksual beserta tanda-tandanya sejak dini. Poin yang paling ditekankan adalah menumbuhkan keberanian untuk bersuara atau speak up.
Para siswa dimotivasi agar tidak takut melapor kepada orang tua, guru, keluarga yang dipercaya, maupun pihak berwenang apabila mereka mengalami atau melihat tindakan yang tidak pantas. Pendekatan ini diharapkan mampu memutus rantai kekerasan yang kerap terjadi di lingkungan terdekat korban.
Hapus Stigma Takut Polisi di Kalangan Pelajar
Selain edukasi perlindungan diri, program ini juga bertujuan mensosialisasikan peran Polwan di tengah masyarakat. Interaksi hangat selama kegiatan berhasil membangun komunikasi positif antara institusi kepolisian dan lingkungan sekolah.
Apresiasi tinggi datang dari kepala sekolah dan jajaran guru SDN 56 Kota Timur serta SMPN 7 Kota Selatan. Mereka menilai materi yang diberikan sangat krusial bagi keselamatan anak didiknya.
Target: Generasi Muda Gorontalo yang Terlindungi
Dari hasil evaluasi, para siswa dinilai lebih memahami cara memproteksi diri mereka. Kedekatan yang terjalin selama kegiatan juga dinilai sukses meningkatkan citra positif Polwan di kalangan pelajar.
Kegiatan "Goes to School" ini diharapkan menjadi agenda rutin ke depannya. Hal itu menjadi komitmen kepolisian dalam mewujudkan generasi muda Gorontalo yang cerdas, berani, dan terlindungi dari segala bentuk kekerasan.