JAKARTA — Kementerian PPPA memanfaatkan momentum Hari Anak Nasional 2026 untuk mendekatkan layanan pemenuhan hak anak langsung ke masyarakat. Melalui kegiatan Jelajah SAPA, kementerian menggelar edukasi dan kampanye sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan lingkungan yang aman, inklusif, dan ramah anak.
Mengapa Anak Disabilitas Jadi Fokus Utama?
"Setiap anak Indonesia, termasuk anak dengan disabilitas, memiliki hak yang sama untuk bermimpi dan meraih cita-citanya," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam sambutannya.
Ia menegaskan bahwa Hari Anak Nasional bukan sekadar seremoni. Momen ini harus menjadi pengingat bagi semua pihak untuk bergotong royong menghadirkan lingkungan yang penuh kasih sayang. "Anak-anak adalah masa depan bangsa yang harus kita dukung agar dapat meraih cita-citanya," ujarnya.
Dukungan Nyata: 200 Kilogram Ikan Segar untuk Gizi Anak
Sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan gizi anak, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) turut hadir menyerahkan 200 kilogram ikan segar kepada anak-anak di PSBN Cahaya Batin. Bantuan ini merupakan bagian dari kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).
Program itu bertujuan mendorong peningkatan konsumsi protein berkualitas bagi anak, terutama menjelang peringatan HAN 2026. Langkah ini dinilai strategis untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Apa Target dari Kolaborasi Lintas Sektor Ini?
Kementerian PPPA mendorong terwujudnya lingkungan yang aman, inklusif, ramah, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Targetnya, setiap anak Indonesia, termasuk penyandang disabilitas, dapat tumbuh, berkembang, berpartisipasi, dan meraih cita-citanya sebagai generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045.
Menteri Arifah mengajak semua elemen bangsa untuk menjadikan HAN 2026 sebagai momentum memperkuat komitmen memenuhi hak anak tanpa diskriminasi. "Mari kita jadikan momentum ini untuk semakin mencintai, melindungi, dan memenuhi hak setiap anak," pungkasnya.