GORONTALO — Investasi besar senilai Rp1,24 triliun dipastikan mengalir ke Gorontalo melalui program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Kepastian ini menjadi hasil utama dari kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto yang baru saja tuntas di wilayah tersebut.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengonfirmasi bahwa daerahnya kini menjadi salah satu prioritas nasional dalam pengembangan kawasan pesisir. Sebanyak 62 proposal pembangunan KNMP telah disiapkan untuk mengubah wajah perkampungan nelayan di berbagai titik di Gorontalo.
“Alhamdulillah ada sekitar 62 proposal KNMP baru yang akan dibangun di Gorontalo. Nilainya juga cukup besar sekitar Rp1,24 triliun,” ujar Gusnar saat memimpin rapat pimpinan di Aula Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo, Sabtu (9/5/2026).
Modernisasi Kawasan Pesisir dan Ekonomi Nelayan
Program KNMP bukan sekadar perbaikan infrastruktur fisik. Kebijakan ini dirancang untuk mendorong modernisasi menyeluruh, mulai dari penyediaan fasilitas perikanan yang mumpuni hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.
Gusnar optimistis suntikan dana triliunan rupiah tersebut bakal memberikan dampak instan bagi penguatan sektor kelautan. Pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menunjukkan komitmen kuat untuk menjadikan Gorontalo sebagai role model pembangunan kampung nelayan modern.
Investasi ini diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan di wilayah pesisir dengan menyediakan sarana pendukung yang lebih layak bagi para nelayan lokal dalam mengelola hasil laut mereka.
Dinamika Persiapan Kilat Kunjungan Presiden
Keberhasilan mengamankan komitmen pusat ini tidak lepas dari kerja keras jajaran Pemprov Gorontalo dalam waktu yang sangat sempit. Gusnar membeberkan bahwa kepastian kedatangan Presiden Prabowo sempat diwarnai ketidakpastian hingga menit-menit terakhir.
Informasi awal rencana kunjungan baru diterima pada hari Rabu, namun kepastian agenda baru dikantongi pada Kamis malam. Kondisi ini menuntut koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) yang ekstra cepat guna memastikan seluruh fasilitas dan lokasi siap dikunjungi kepala negara.
“Hari Rabu kita menerima informasi tentang rencana kunjungan. Itu pun dicat dengan on-off on-off. Kepastiannya baru Kamis malam,” ungkap Gusnar di hadapan jajaran pimpinan OPD.
Bahkan, sejumlah petugas harus bekerja lembur membersihkan ruas Jalan Lingkar Luar Gorontalo (GORR). Meski pada akhirnya jalur tersebut tidak dilalui rombongan Presiden, Gusnar menilai kesiapsiagaan tersebut merupakan bentuk totalitas pelayanan daerah.
Sambutan Hangat Warga di Kawasan Leato
Antusiasme masyarakat Gorontalo menyambut Presiden Prabowo juga menjadi indikator kesuksesan kunjungan kali ini. Sejak keluar dari Stadion Merdeka menuju Kelurahan Leato di Kecamatan Dumbo Raya, ribuan warga memadati pinggir jalan untuk menyapa iring-iringan kendaraan presiden.
Kepadatan massa di sepanjang rute perjalanan sempat membuat laju kendaraan kepresidenan tersendat. Warga tampak ingin menyaksikan langsung momen kehadiran Presiden di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih yang menjadi titik sentral kegiatan.
“Mobil Bapak Presiden baru keluar stadion sudah tersendat. Masyarakat sangat antusias menyambut beliau,” pungkas Gusnar.