GORONTALO — Inventarisasi dan kajian lahan potensial itu dibahas dalam rapat koordinasi penataan ruang di Ruang Dulohupa, Kantor Gubernur Gorontalo. Rapat dipimpin Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Sofian Ibrahim.
Hadir dalam rapat Komandan Korem 133/Nani Wartabone Brigjen TNI Hardo Toga Parlindungan Sihotang. Wakil Asisten Logistik Kasdam XIII/Merdeka Hanif Tupen mengikuti pembahasan secara daring.
Berdasarkan pemaparan dalam rapat, kelima alternatif lokasi tersebar di sejumlah desa dengan luas yang bervariasi. Lokasi pertama mencakup Desa Pentadio Timur dan Talumelito seluas 36,415 hektare.
Lokasi kedua berada di Desa Pentadio Timur dengan luas 26,072 hektare. Lokasi ketiga meliputi Desa Bulota dan Biyonga seluas 53,335 hektare.
Adapun lokasi keempat mencakup Desa Huidu, Huidu Utara, dan Ombulo dengan luas 61,509 hektare. Lokasi kelima berada di Desa Ulapato A seluas 25,314 hektare.
Kajian perbandingan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Provinsi Gorontalo menempatkan lokasi ketiga sebagai prioritas utama. Lokasi keempat disiapkan sebagai alternatif cadangan utama.
Penilaian tersebut mempertimbangkan status pertanahan dan penggunaan lahan yang berlangsung di masing-masing kawasan. Pemerintah menegaskan hasil kajian belum menjadi keputusan akhir.
Penetapan lokasi masih menunggu peninjauan teknis bersama Pangdam XIII/Merdeka dan satuan Zeni Kodam (Zidam). Satuan Zeni dilibatkan untuk memastikan kelayakan teknis lahan.
Satuan tersebut bertugas di bidang konstruksi, pembangunan, pemeliharaan aset, serta pengelolaan tanah milik TNI Angkatan Darat. Selain status kepemilikan dan kesesuaian tata ruang, sejumlah faktor lain akan menjadi perhatian.
Faktor tersebut antara lain kondisi kontur dan karakteristik tanah, ketersediaan sumber air, aksesibilitas, serta jarak kawasan terhadap pusat perkotaan.
Gusnar menyatakan inventarisasi dilakukan untuk mendapatkan sejumlah pilihan lahan yang dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan pembangunan Makodam. Setelah pendataan awal selesai, pemerintah bersama jajaran TNI akan mengecek langsung kondisi masing-masing lokasi.
"Hari ini kita berupaya mendapatkan inventarisasi beberapa titik calon lokasi yang nantinya akan kita daftarkan terlebih dahulu. Setelah itu, kita segera turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi masing-masing lokasi. Dari hasil peninjauan tersebut, kita akan mendapatkan gambaran yang lebih jelas berdasarkan kondisi tata ruang di lapangan," ujar Gusnar.
Melalui tahapan inventarisasi dan kajian, Pemprov Gorontalo bersama jajaran TNI berupaya memastikan calon lokasi Makodam memenuhi kebutuhan pembangunan dan sesuai perencanaan tata ruang wilayah. Peninjauan lapangan menjadi bagian penting sebelum keputusan final ditetapkan.