POHUWATO — Koordinator YR TIM, Marwan Usman, menyatakan program Jumat Berkah bukan sekadar rutinitas berbagi. Menurutnya, kegiatan tersebut dirancang sebagai sarana mempererat tali silaturahmi sekaligus menumbuhkan nilai kemanusiaan di lingkungan lapas.
Pelaksanaan di Lapas Pohuwato diarahkan pada warga binaan pemasyarakatan. YR TIM berharap kegiatan ini memupuk semangat kebersamaan dan memotivasi warga binaan menjalani pembinaan ke arah yang lebih baik.
Marwan menyebut perhatian terhadap warga binaan merupakan bagian dari komitmen yayasan menghadirkan kegiatan sosial yang berdampak langsung. Warga binaan dinilai kelompok yang kerap luput dari perhatian program kedermawanan.
"Program Jumat Berkah merupakan bagian dari komitmen yayasan untuk terus menghadirkan kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Marwan dalam keterangan yang diterima Kontras.id.
Pelaksanaan rutin setiap Jumat membuat program ini bertahan hingga pekan ke-25. Bagi YR TIM, angka tersebut menandakan keberlanjutan gerakan sosial yang mengedepankan keikhlasan, kebersamaan, dan gotong royong.
Nilai keikhlasan dijadikan landasan pelaksanaan program. YR TIM menempatkan kegiatan berbagi sebagai praktik sosial yang tidak berhenti pada seremonial, melainkan berulang tiap pekan.
YR TIM berharap Jumat Berkah terus berjalan berkelanjutan dan memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar. Semangat berbagi itu diharapkan menginspirasi pihak lain untuk ikut serta dalam kegiatan sosial dan memperkuat kepedulian terhadap sesama.
Hingga pekan ke-25, pelaksanaan program tetap terpusat di Lapas Pohuwato dengan warga binaan sebagai penerima manfaat. YR TIM belum menyebut rencana perluasan lokasi kegiatan.