Adhan Dambea Menangi Pilwako Gorontalo 2024 dengan Hampir 40 Ribu Suara, 10 Tahun Setelah Namanya Dicoret di Pilwako 2013

Penulis: Gilang Permana  •  Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:16:31 WIB
Adhan Dambea bersama pendukungnya merayakan kemenangan pada Pilwako Gorontalo 2024.

GORONTALO — Adhan Dambea menang hampir 40 ribu suara di Pilwako 2024, sepuluh tahun setelah namanya dicoret dari kertas suara Pilwako 2013. Jumlah pasangan calon di kedua edisi itu sama, yakni 4 pasangan. Kemenangan tersebut menegaskan basis pendukung fanatik dan militan yang tetap terjaga selama satu dekade.

Malam Pilwako 2013: TVRI dan Rumah Dinas Gubernur Jadi Sasaran Massa

Pilwako 2013 di Gorontalo nyaris porak-poranda. Rumah Dinas Gubernur dan TVRI menjadi sasaran pembakaran pada malam pemilihan Wali Kota. Pemicunya adalah pencoretan nama Adhan Dambea dari daftar calon Wali Kota kurang dari 18 jam sebelum pemungutan suara.

Puluhan ribu pendukung, termasuk ASN yang loyal, bergerak menuju TVRI dengan target membakar. Setelah TVRI, sasaran kedua adalah Rumah Dinas Gubernur. TNI dikerahkan malam itu untuk menjaga rumah dinas Gubernur.

"Kita Tempuh Jalur Hukum Saja" — Adhan Redam Massa di TVRI

Adhan keluar dari Rudis lalu menyusul massanya ke TVRI dan meminta mereka balik kanan. Ia menenangkan pendukungnya dengan satu pesan singkat.

"Kita tempuh jalur hukum saja," kata Adhan menenangkan massanya.

Para pendukung kecewa dan marah karena niat mereka tidak kesampaian. Adhan menerima peristiwa itu dengan sikap negarawan, berserah diri pada Allah, dan tak meneteskan air mata. Massa pendukungnya justru ngotot bertindak anarkis dengan air mata kemarahan.

Menang di Semua TPS, tapi Nama Sudah Dicoret

Pasangan Adhan Dambea-Indrawanto Hasan (Da'i) menang di semua TPS dengan suara hampir 40 ribu. Namanya memang masih ada di kertas suara, tetapi beberapa jam sebelumnya ia sudah dicoret. Adhan kemudian membawa nasibnya ke MK.

Dukungan rakyat tidak mengendur. Demo kembali digelar, dan Kapolda Gorontalo Budi Waseso naik panggung serta ikut orasi di depan puluhan ribu massa di Taman Kota. Kapolda itu mampu menenangkan rakyat yang penuh kemarahan.

Dikroyok dari Gubernur sampai DPR RI

Pada 2013, Adhan dikeroyok oleh berbagai kekuatan di Gorontalo. Mulai dari Gubernur sampai para Aleg, mulai dari DPRD sampai DPR RI. Setelah Pilwako 2013, Adhan memilih kuliah di jurusan Hukum. Setiap hari ia ke kampus dan tidak canggung berbaur dengan mahasiswa muda usia.

Meski hanya seorang mahasiswa tanpa jabatan politik, Adhan terus mengibarkan perang melawan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie. Pada 2019 ia maju di Pileg dan lolos ke Deprov. Perang dengan RH semakin sengit, termasuk keras mengawasi persoalan tambang. Seorang pejabat tinggi polisi ia laporkan ke Mabes Polri.

Dari Buwas hingga Kursi Wali Kota

Budi Waseso mendapat promosi dari Gorontalo menjadi Kabareskrim Polri, lalu Kepala BNN RI, Kabulog, dan sekarang Ketua Kwarnas Pramuka. Di antara mantan Kapolda Gorontalo, hanya Buwas yang kariernya melonjak. Hubungannya dengan Adhan Dambea tetap terjaga baik sampai sekarang.

Lima tahun jadi Aleg di Komisi I Deprov, Adhan yang mantan Ketua Dekot kembali bertarung di Pilwako dengan modal keyakinan. Suaranya pada Pilwako 2013 tetap terjaga di Pilwako kemarin, sekaligus mengantarkannya ke kursi Wali Kota. Sepanjang karier politiknya dari era Orde Baru sampai sekarang, Adhan berkali-kali berperkara sampai ke pengadilan, semuanya masalah politik.

Reporter: Gilang Permana
Sumber: rgol.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top