GORONTALO — Indeks pencemaran udara di wilayah Gorontalo memburuk dalam beberapa hari terakhir. Pemantauan kadar karbon monoksida dan partikel halus PM2.5 dari Stasiun GAW Palu menempatkan udara Gorontalo pada kategori tidak sehat, meski langit di sejumlah kabupaten dan kota tampak cerah hingga cerah berawan.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Djalaluddin Gorontalo, Satria Topan Primadi, menyebut kabut asap masih menyelimuti wilayah itu. Sumbernya bukan hanya dari titik panas lokal, tetapi juga kiriman dari luar pulau.
Citra satelit pada 13 Oktober 2026 pukul 11.00 WITA menunjukkan sebaran asap dari Papua mencapai Gorontalo. Sejumlah titik panas juga masih terpantau di beberapa wilayah.
Tiga hari sebelumnya, 8–10 Oktober 2026, asap dari Kalimantan sempat masuk ke Gorontalo. Namun arah angin yang dominan bertiup dari timur membuat potensi kiriman asap dari Kalimantan relatif kecil.
"Pantauan karbon monoksida dan PM2.5 menunjukkan wilayah Gorontalo berada pada kualitas udara yang tidak sehat," kata Satria.
Satria menambahkan, sumber asap lokal tetap perlu diwaspadai karena turut menyumbang penurunan kualitas udara di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, meminta warga membatasi paparan asap. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan diminta lebih waspada.
"Ketika kualitas udara memburuk akibat asap kebakaran hutan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan. Gunakan masker yang sesuai saat beraktivitas di luar ruangan dan kurangi kegiatan yang tidak mendesak, terutama bagi kelompok rentan," ujarnya.
Warga disarankan memakai masker yang sesuai, membatasi kegiatan di luar rumah, dan menghindari paparan asap secara langsung.
Paparan asap karhutla meningkatkan risiko gangguan pada saluran pernapasan. Karena itu, Dinkes P2KB Gorontalo meminta masyarakat mengikuti anjuran instansi terkait dan terus memantau perkembangan kondisi udara di wilayah masing-masing.
BMKG menyatakan pemantauan titik panas dan sebaran asap masih berlangsung menyusul perubahan arah angin yang bisa memengaruhi pergerakan kabut asap ke Gorontalo dalam beberapa hari ke depan.