SpaceX Batasi Kecepatan Starlink Militer Ukraina, Misi Drone Terganggu

Penulis: Haris Maulana  •  Rabu, 14 Oktober 2026 | 20:18:31 WIB
SpaceX membatasi kecepatan terminal Starshield militer Ukraina tanpa pemberitahuan sebelumnya.

GORONTALO — SpaceX menerapkan pembatasan kecepatan pada terminal Starshield militer Ukraina tanpa pemberitahuan sebelumnya, mengganggu misi drone dan logistik di garis depan. Koneksi dilaporkan terputus 10–20 detik saat kendaraan melaju 110–120 km/jam, memaksa sejumlah operasi dibatalkan. Kebijakan ini muncul di tengah tekanan Washington agar Kyiv menghentikan serangan drone jarak jauh ke kilang minyak Rusia.

Penasihat Presiden Ukraina, Serhiy Beskrestnov, mengungkap bahwa pembatasan berlaku khusus pada terminal Starshield yang terpasang di platform bergerak seperti drone dan kendaraan militer. Terminal jenis ini memang dirancang memberi komunikasi real-time berkecepatan tinggi saat kendaraan berpindah lokasi.

Dalam unggahan di Telegram, Beskrestnov menyatakan SpaceX tidak memberikan peringatan apa pun sebelum kebijakan berlaku. Ia menilai pembatasan itu berdampak langsung pada operasi militer yang bergantung pada koneksi satelit tersebut.

Dampak Langsung ke Operasi Militer Ukraina

Korps Reaksi Cepat ke-7 Ukraina yang bertugas di garis depan tenggara mengonfirmasi sejumlah misi harus dibatalkan. Menurut pengamatan mereka, koneksi terputus 10–20 detik bahkan pada kecepatan 110–120 km/jam, membuat drone sulit dikendalikan meski tetap bergerak.

Relawan Serhiy Sternenko, mengutip laporan militer, menyebut pembatasan justru makin ketat. Koneksi dilaporkan mulai terputus pada kecepatan hanya 60–70 km/jam. Sumber di Kementerian Pertahanan Ukraina menambahkan bahwa pembatasan ini mempersulit logistik dan operasi drone secara keseluruhan.

Mengapa SpaceX Membatasi Kecepatan Starshield

SpaceX belum memberikan alasan resmi atas pembatasan tersebut. Namun pejabat Ukraina, termasuk Beskrestnov, menduga langkah ini disengaja karena bertepatan dengan meningkatnya tekanan Washington agar Kyiv menghentikan serangan drone jarak jauh ke kilang minyak Rusia.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyerukan "gencatan senjata energi" terkait serangan tersebut. Elon Musk melalui akun X-nya menulis "Zelensky has gone too far" pada Sabtu lalu.

Ukraina juga dilaporkan menyerang pusat data di seluruh Rusia. Amerika Serikat sendiri telah menjadi salah satu sekutu utama Ukraina sejak invasi besar-besaran Rusia pada 2022, dengan bantuan militer langsung senilai miliaran dolar.

Starlink selama ini menjadi tulang punggung komunikasi medan perang Ukraina. Terminal Starshield yang terpasang di drone dan kendaraan militer berperan penting memandu serangan drone yang melumpuhkan logistik Rusia di wilayah selatan dan timur yang diduduki.

Mematikan layanan ini akan melumpuhkan pertahanan garis depan Ukraina. Karena itu, pembatasan kecepatan yang diterapkan SpaceX menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan militer dan pejabat pertahanan negara tersebut.

Upaya Ukraina Lepas dari Ketergantungan SpaceX

Perusahaan teknologi pertahanan Ukraina, Stetman, tengah mengembangkan sistem komunikasi satelit domestik bernama UASAT-NANO. Proyek ini bertujuan mengurangi ketergantungan berat pada SpaceX untuk operasi militer.

Pengembangan sistem mandiri ini menjadi langkah strategis Ukraina agar tidak sepenuhnya bergantung pada pihak ketiga dalam menjaga komunikasi pertahanan mereka.

Reporter: Haris Maulana
Sumber: tomshardware.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top