BAZNAS-DMI Gorontalo Salurkan 250 Paket Sembako ke Warga Bone Bolango Terdampak Kemarau Panjang

Penulis: Haris Maulana  •  Rabu, 07 Oktober 2026 | 07:46:02 WIB
Warga menerima paket sembako dari BAZNAS dan DMI Gorontalo di Bone Bolango.

GORONTALO — Bantuan logistik ini menyasar keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan harian setelah kemarau panjang mengeringkan lahan pertanian dan mengurangi penghasilan sebagian warga. BAZNAS menempatkan masjid sebagai titik distribusi utama agar penyaluran lebih cepat menjangkau penerima.

Ketua BAZNAS Provinsi Gorontalo, Hamka Arbie, menyatakan bantuan tersebut merupakan bentuk respons terhadap kondisi masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan.

"Kemarau panjang ini berdampak langsung pada dapur saudara-saudara kita yang rentan. Untuk itu, BAZNAS menyiapkan total 1.500 paket sembako yang didistribusikan secara merata di 6 kabupaten dan kota se-Provinsi Gorontalo. Melalui BAZNAS Tanggap Bencana, kami hadir memberikan bantalan logistik cepat agar kebutuhan dasar pangan masyarakat tetap terpenuhi, sekaligus memastikan dana amanah para muzakki menjadi solusi nyata di masa-masa sulit," tegas Hamka Arbie.

Masjid Jadi Basis Kepedulian Sosial

Penyaluran 250 paket di Bone Bolango melibatkan Dewan Masjid Indonesia Provinsi Gorontalo sebagai mitra lapangan. Sinergi ini menempatkan masjid bukan sekadar tempat ibadah, melainkan pusat kegiatan sosial yang peka terhadap kesulitan jamaah dan warga sekitar.

Ketua Harian DMI Provinsi Gorontalo, Hami Dude, menyampaikan apresiasi atas sinergi bersama BAZNAS yang menempatkan masjid sebagai basis kepedulian sosial dan penanganan dampak bencana kekeringan.

"Kami berharap bantuan sembako ini dapat meringankan beban hidup masyarakat di tengah cuaca ekstrem kemarau saat ini, memelihara ketahanan pangan keluarga, serta mempererat tali persaudaraan antarumat. Semoga ikhtiar ini mendatangkan keberkahan, membuka pintu rahmat agar hujan segera turun, dan memotivasi para dermawan untuk terus memperkuat solidaritas kemanusiaan bersama BAZNAS," pungkas Hami Dude.

Dampak Kemarau pada Lahan dan Mata Pencaharian

Kemarau yang berlangsung hingga awal Oktober 2026 menurunkan produktivitas lahan di sejumlah wilayah Gorontalo. Sebagian warga yang menggantungkan hidup dari hasil pertanian dan perkebunan kehilangan sumber penghasilan utama.

Kondisi itu membuat kebutuhan pangan dasar menjadi beban berat bagi keluarga prasejahtera. Program BAZNAS Tanggap Bencana dirancang untuk memberi bantalan logistik cepat pada masa-masa kritis semacam ini.

Distribusi Merata di Enam Kabupaten dan Kota

Dari total 1.500 paket yang disiapkan, penyaluran dilakukan bertahap ke enam wilayah administratif di Provinsi Gorontalo. Bone Bolango menjadi salah satu titik awal dengan 250 paket yang diserahkan langsung kepada penerima.

BAZNAS menegaskan dana zakat yang dihimpun dari para muzakki dikelola sebagai solusi nyata bagi warga terdampak. Pendampingan berlanjut selama masa pemulihan hingga kondisi cuaca membaik dan sumber penghidupan warga kembali normal.

Reporter: Haris Maulana
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top