GORONTALO — Fokus utamanya ada dua: memperkuat ekosistem kebugaran di Apple Watch dan membawa pengalaman kesehatan yang lebih personal ke layar iPad.
Fitur Workout Buddy mendapat dukungan data kebugaran yang lebih luas. Yang paling menonjol, fitur ini bisa digunakan tanpa harus ada iPhone di dekat pengguna.
Artinya, pengguna bisa mengandalkan Apple Watch secara mandiri saat berolahraga. Data kebugaran tetap tercatat tanpa perlu membawa ponsel.
Apple meningkatkan akurasi pelacakan jarak saat berlari di treadmill. Teknologi machine learning dipakai untuk memperbaiki pembacaan jarak.
Selama ini, treadmill memang jadi salah satu skenario tersulit bagi wearable karena tidak ada perpindahan lokasi GPS. Pendekatan machine learning ini diharapkan membuat angka jarak lebih mendekati kenyataan.
Apple menambahkan fitur pelacakan perimenopause dan menopause. Ini memperluas cakupan pemantauan kesehatan hormonal yang sebelumnya lebih terbatas.
Langkah ini mempertegas posisi Apple Watch sebagai perangkat kesehatan yang menyasar kebutuhan spesifik pengguna perempuan, bukan sekadar penghitung langkah dan detak jantung.
Di iPad, aplikasi Health yang didesain ulang menghadirkan sejumlah kemampuan baru. Ada personalised insights, bagian Longevity, dan Health Age.
Apple Intelligence berperan membantu pengguna memahami data kesehatan mereka. Analisis mencakup beberapa kategori sekaligus, sehingga pengguna tidak perlu menafsirkan angka mentah sendiri.
Fitur-fitur ini menegaskan arah Apple yang makin serius di ranah kesehatan, bukan cuma kebugaran. Pengguna Indonesia yang sudah memakai Apple Watch dan iPad akan merasakan manfaatnya begitu pembaruan ini dirilis.
Untuk saat ini, Apple belum merinci jadwal ketersediaan resmi maupun daftar perangkat yang kompatibel. Detail harga dan tanggal rilis juga belum disebutkan.
Yang jelas, pengguna yang rutin berolahraga tanpa membawa iPhone atau ingin memantau kesehatan hormonal akan jadi pihak paling diuntungkan dari pembaruan ini.