GORONTALO — Laptop konvensional mulai ditinggalkan sebagian pengguna yang menginginkan fleksibilitas lebih. Perangkat 2-in-1 menjawab kebutuhan itu dengan mengombinasikan fungsi keyboard penuh dan layar sentuh yang bisa diputar atau dilepas. Di 2026, pilihannya tidak lagi didominasi perangkat premium—beberapa model kelas menengah sudah membawa panel OLED dan prosesor dengan kemampuan AI.
Dari sekian banyak opsi yang beredar, dua nama berikut layak masuk daftar pertimbangan utama Anda.
Seri Yoga 7i menjadi andalan Lenovo untuk segmen pengguna yang butuh perangkat serbaguna. Engsel 360 derajat di perangkat ini memungkinkan empat mode penggunaan: laptop, tent, stand, dan tablet. Saat layar diputar penuh, perangkat berubah menjadi tablet dengan dukungan pena digital pada model tertentu untuk mencatat atau memberi anotasi dokumen.
Generasi terbaru, Yoga 7i 2-in-1 Gen 9, hadir dengan pilihan prosesor Intel Core Ultra. Varian tertentu bahkan dibekali layar 16 inci yang luas untuk pekerjaan multitasking. Lenovo juga menekankan kemampuan AI dan daya tahan baterai pada seri ini agar bisa menemani produktivitas seharian.
Target utamanya adalah pekerja kantoran dan mahasiswa yang sering bekerja dengan banyak jendela aplikasi terbuka bersamaan. Layar lega membuat perangkat ini lebih nyaman dibandingkan model 14 inci untuk membagi tampilan dua dokumen berdampingan.
Bagi yang menginginkan perangkat lebih ringkas, ASUS Vivobook 14 Flip menawarkan layar 14 inci dengan panel OLED. Resolusi tinggi pada panel OLED membuat kontras dan akurasi warna lebih baik—nilai lebih untuk pengguna yang bekerja dengan foto atau konten visual.
Varian TP3407 yang tersedia di Indonesia membawa prosesor Intel Core Ultra pada konfigurasi tertentu. ASUS menyematkan dukungan hingga 47 NPU TOPS, satuan ukuran kemampuan pemrosesan AI di perangkat. Kapasitas baterainya 70 Wh, cukup untuk pemakaian sehari penuh dalam mode produktivitas normal.
Seperti Yoga 7i, Vivobook 14 Flip punya engsel 360 derajat dan mendukung ASUS Pen 2.0 pada model tertentu. Layar sentuhnya bisa dimanfaatkan untuk membuat sketsa atau sekadar menavigasi antarmuka Windows dengan jari.
Lenovo dan ASUS sama-sama membidik pengguna yang tidak mau membawa laptop dan tablet sekaligus. Perbedaan utamanya ada pada ukuran layar—Yoga 7i tersedia hingga 16 inci untuk produktivitas berat, sementara Vivobook 14 Flip mengutamakan portabilitas dengan bodi 14 inci yang lebih ringkas.
Keduanya juga sudah mengadopsi tren prosesor AI yang mulai menjadi standar laptop 2026. Kemampuan NPU di perangkat ini berguna untuk fitur seperti efek latar belakang saat video call, transkripsi suara otomatis, hingga pengeditan foto berbasis AI yang berjalan lokal tanpa koneksi internet.
Laptop 2-in-1 bukan untuk semua orang. Jika aktivitas harian Anda hanya mengetik di meja dan jarang menyentuh layar, laptop konvensional dengan harga setara biasanya menawarkan spesifikasi lebih tinggi.
Perangkat ini baru terasa manfaatnya bagi mahasiswa yang mencatat dengan stylus di kelas, profesional yang sering presentasi dan membutuhkan mode tent untuk berbagi layar, atau kreator yang membuat sketsa digital. Untuk kebutuhan tersebut, Lenovo Yoga 7i dan ASUS Vivobook 14 Flip menjadi dua pilihan yang layak dipertimbangkan di kelasnya masing-masing.