GORONTALO — Bayangkan Anda sudah membayar tiket dan berkendara berjam-jam menuju desa wisata yang instagramable, lalu mendapati instalasi listrik semrawut dan tidak ada satu pun alat pemadam kebakaran. Situasi seperti ini bukan sekadar kekurangan fasilitas—ini bisa menjadi mimpi buruk liburan Anda. Desa wisata yang baik sejatinya tidak hanya menawarkan pemandangan indah, tetapi juga jaminan keselamatan bagi setiap pengunjungnya.
Desa Adat Sade di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, sempat menjadi perhatian nasional ketika kebakaran melanda permukiman warga. Penyebabnya? Korsleting listrik yang dengan cepat merambat ke bangunan-bangunan berbahan kayu. Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bahwa risiko terbesar justru sering datang dari hal-hal sederhana yang luput dari perhatian.
Ketua Umum ICPI Azril Azhari menegaskan, "Jadi, preventif itu jauh lebih bagus daripada kuratif. Jadi, preventif itu mencegah, itu jauh lebih bagus daripada pengobatan. Dari suatu kecelakaan." Pernyataan ini disampaikan dalam diskusi tentang pengembangan desa wisata di Jakarta, Rabu (pekan ini).
Bagaimana Anda bisa menilai sebuah desa wisata aman dikunjungi? Azril menjelaskan bahwa manajemen risiko seharusnya menjadi prasyarat awal, dimulai dari survei menyeluruh terhadap potensi bahaya di lingkungan sekitar. Mulai dari kerentanan bangunan terhadap api hingga faktor alam yang bisa memicu musibah.
Setidaknya ada tiga aspek utama yang wajib Anda periksa: keamanan bangunan, ketersediaan peralatan darurat, dan kebersihan lingkungan. "Jadi, ada konsep yang safety, jadi selamat, kemudian security, keamanan, dan healthy seperti sanitasi, jadi kebersihan. Setidaknya tiga itu wajib sekarang," ujarnya.
Salah satu indikator paling sederhana namun krusial adalah keberadaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Sebelum memutuskan menginap, sempatkan bertanya kepada pengelola: di mana letak APAR terdekat dari penginapan Anda? Jika mereka menjawab dengan ragu atau tidak tersedia sama sekali, sebaiknya pertimbangkan opsi lain.
Azril juga menyoroti pentingnya pengaturan teknis seperti lokasi meteran listrik yang jauh dari material mudah terbakar dan kombinasi material bangunan yang dapat memperlambat penjalaran api. Aspek-aspek kecil ini sering diabaikan, padahal menjadi penentu utama keselamatan Anda selama berada di lokasi.
Keselamatan di desa wisata juga mencakup masyarakat lokal dan lingkungan sekitar. Artinya, pengelola yang baik akan memastikan bahwa aktivitas wisata—termasuk kehadiran Anda—tidak merugikan warga setempat maupun ekosistem desa.
Sebelum berangkat, Anda juga bisa aktif mencari tahu bagaimana desa wisata tersebut menangani situasi darurat. Apakah ada jalur evakuasi? Apakah tersedia pos kesehatan? Berapa lama waktu tempuh menuju fasilitas medis terdekat? Pertanyaan-pertanyaan praktis ini mungkin terdengar membosankan, tetapi bisa menyelamatkan nyawa.
Jika informasi terkait aspek keselamatan belum ditemukan di ulasan perjalanan atau situs resmi, jangan ragu untuk menghubungi pengelola via media sosial atau dinas pariwisata setempat. Desa wisata yang profesional akan dengan senang hati memaparkan standar keamanan mereka. Liburan yang menyenangkan adalah liburan yang bebas dari kekhawatiran—dan itu dimulai dari keputusan cerdas sebelum Anda meninggalkan rumah.